Nelayan & Pedagang Pantai Pasir Kebumen Belum Berani Beroperasi
Kamis, 20 Jul 2006 11:30 WIB
Kebumen -
Para pedagang dan nelayan masih banyak yang belum berani beroperasi setelah empat hari bencana tsunami di pesisir laut Jawa, Kamis (20/7/2006). Mereka masih trauma.Hal ini diungkapkan oleh Rosikin, nelayan Pantai Pasir, Kebumen. Dia mengaku belum berani melaut karena takut tsunami. "Kapal saya juga sudah rusak," katanya.Istri Rosikin yang biasa berdagang di Pantai Pasir juga belum berani berjualan. "Dua anak saya masih saya titipkan di saudara saya yang tinggal di bukit,"akunya.Selain di Pantai Pasir, warga di Pantai Suwuk dan Argopeni masih sibuk membersihkan puing-puing reruntuhan. Mereka belum berani membuka warung. Sedangkan di Pantai Logending, para pedagang telah memperbaiki warung-warungnya, namun hanya sebagian yang berjualan. Sebagian lainnya masih mengungsi.Sementara, dari 46 korban yang dinyatakan hilang di kawasan ini, yang telah ditemukan sebanyak 16 orang. Korban terakhir yang ditemukan adalah Yasir bin Parto, warga Karangbolong, Kecamatan Puring, Kebumen. Yasir ditemukan sekitar pukul 04.00 WIB di kawasan Pantai Karangbolong. Sampai saat ini tim SAR masih mencari korban di sepanjang pantai. Di antaranya di wilayah Pantai Suwuk, Karangbolong, Pantai Argopeni, Pantai Pasir, hingga Pantai Logending.
(nrl/)










































