Hasto soal Sukarno: Gus Dur Saja Minta Maaf ke Keluarga Korban '65

ADVERTISEMENT

Hasto soal Sukarno: Gus Dur Saja Minta Maaf ke Keluarga Korban '65

Matius Alfons Hutajulu - detikNews
Kamis, 10 Nov 2022 11:35 WIB
PDIP memberikan pembekalan bagi kader baru termasuk dari kalangan purnawirawan TNI/Polri dan mantan atlet. Pembekalan dilakukan oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
Hasto Kristiyanto (Foto: Dok PDIP)
Jakarta -

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto merespons pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menegaskan Presiden ke-1 RI Sukarno adalah pahlawan nasional dan bukan pengkhianat bangsa. Hasto menyebut seharusnya negara memberi respons lanjutan usai menegaskan Sukarno sebagai pahlawan nasional.

Hasto awalnya bicara soal bagaimana dunia menerima sosok Sukarno. Dia menyebut bahkan pemikiran Sukarno masih relevan sampai saat ini.

"Pengaruh pemikiran Bung Karno di dalam pidato di PBB To Build The World a New saja itu masih memiliki relevansi yang sangat kuat tentang pentingnya reformasi PBB. Dunia menerima Bung Karno bahkan di konferensi Islam Asia Afrika, Bung Karno juga mendapat gelar sebagai pendekar pembebas dan pahlawan kemerdekaan bangsa Islam," kata Hasto di makam Bung Karno, Blitar, Jawa Timur, Kamis (10/9/2022).

Hasto mengatakan pemikiran Sukarno itu tidak disambut baik di Indonesia. Dia menyampaikan Sukarno justru menjadi sasaran penindasan tirani dan kepentingan politik.

"Lalu di dalam negeri masih ada berbagai intervensi kepentingan-kepentingan politik tertentu dan sejarah akhirnya membuktikan kebenarannya, sejarah tidak bisa dibendung oleh berbagai penindasan Tirani," ucapnya.

Hasto menyambut baik penegasan Jokowi beberapa hari lalu soal Sukarno pahlawan nasional. Menurut Hasto penegasan itu menandakan kalau pemerintah saat ini mengakui jasa besar Sukarno.

"Sehingga apa yang disampaikan oleh Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa Bung Karno adalah proklamator dan pahlawan nasional yang jasa-jasanya sangat besar bagi Indonesia dan juga bagi dunia," imbuhnya.

Hasto tidak melihat adanya respons lanjutan dari negara usai memperlakukan Sukarno sedemikian rupa di masa lalu. Padahal, menurutnya, presiden ke-4 Gus Dur bahkan pernah meminta maaf kepada keluarga korban tragedi 1965.

"Ya kalau kita lihat, konstalasi yang terjadi pada tahun '60-an kan konstelasi Perang Dingin, Gus Dur saja menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban '65. Kita tahu bagaimana perlakuan dari pemerintahan yang sangat otoriter saat itu terhadap Bung Karno dan juga keluarganya," ujarnya.

Simak selengkapnya di halaman berikut



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT