PM Libanon: Negeri Ini Sedang Tercabik-cabik!
Kamis, 20 Jul 2006 10:50 WIB
Beirut - Israel kian mengganas. Perdana Menteri (PM) Libanon Fuad Siniora meminta bantuan dunia internasional. Permintaan ini disampaikan setelah jet-jet tempur Israel menjatuhkan lebih dari 20 ton bom ke bunker yang dipakai para pemimpin gerilyawan Hizbullah."Negeri ini sedang tercabik-cabik. Apakah dunia internasional cuma bisa berdiam diri sementara tindakan tak berperasaan oleh Israel menimpa kami," cetus PM Fuad Siniora emosional. "Kalian ingin mendukung pemerintah Libanon? Saya ingin katakan, tidak ada pemerintahan yang bisa bertahan di atas kehancuran negara," kata Siniora kepada para duta besar asing seperti dikutip kantor berita AFP, Kamis (20/7/2006). Sejauh ini sudah 327 orang di Libanon meninggal akibat gempuran Israel yang mulai dilancarkan sejak pekan lalu. Sekitar setengah juta jiwa warga harus kehilangan tempat tinggal mereka akibat bombardir Israel."Saya harap kalian tidak akan mengecewakan kami. Kami warga Libanon ingin tetap hidup. Kami memilih hidup. Kami tidak mau mati," tegas PM Siniora.Militer Israel mulai menyerang Libanon setelah gerilyawan Hizbullah menangkap dua tentara Israel beberapa waktu lalu. Hizbullah pun tidak tinggal diam. Kelompok itu melancarkan serangan roket ke wilayah Israel sebagai pembalasan. Sejak itu, Israel kian gencar membombardir wilayah Libanon. Apalagi setelah AS, sekutu dekatnya, cenderung mendukung aksi militer negeri Yahudi itu.
(ita/)











































