Fakta Talang Air Bocor di Balik 'Air Terjun dari Langit' di Bekasi

ADVERTISEMENT

Fakta Talang Air Bocor di Balik 'Air Terjun dari Langit' di Bekasi

Jabbar Ramdhani, Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 10 Nov 2022 07:14 WIB
Kapolsek Cikarang Timur, AKP Bambang Krisnadi, menjelaskan penyebab air terjun dari langit di Bekasi
Foto: dok. Istimewa (foto diberikan oleh AKP Bambang Krisnadi)
Bekasi -

Video dengan narasi hujan bak air terjun dari langit di Bekasi, Jawa Barat menggegerkan media sosial (medsos). Penampakan 'air terjun dari langit' itu awalnya diyakini sebagai fenomena alam microburst.

Dalam video viral yang dilihat detikcom, Rabu (9/11/2022) siang, air seperti turun begitu deras di satu titik. Derasnya hujan yang turun tersebut tetap tampak jelas meski di sekeliling daerahnya juga turun hujan.

Tampak air seperti 'tumpah' berkali-kali di lokasi tersebut. Pepohonan di lokasi juga bergoyang-goyang karena diduga derasnya hujan yang turun disertai angin kencang.

"Ini air terjun yang nggak jelas dari langit ini, ini air mancurnya cuma di situ aja, ini di Stadion Wibawa Mukti nih. Ini langsung dari langit ini air terjunnya," ucap seorang pria yang diduga merekam peristiwa tersebut seperti terdengar dalam video.

Penjelasan BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun angkat bicara soal fenomena alam microburst secara umum, meski memang tak mengaitkan secara khusus 'air tejun dari langit' di video viral dengan microburst.

"Microburst itu fenomena lebih kecil dari downburst, fenomenanya identik," kata Kabid Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin, saat dimintai tanggapan.

Sementara itu, Senior Forecaster BMKG, Reifda Novikarany, mengatakan, dalam istilah meteorologi, downburst adalah sistem angin kencang secara vertikal ke bawah dan terjadi dalam waktu yang singkat yang timbul dari sistem awan jenis kumulonimbus dan menyebar ketika sampai di permukaan tanah.

"Downburst memiliki daya rusak yang tinggi, karena terjadi dengan kecepatan yang tinggi dalam durasi yang singkat dan biasanya disertai dengan hujan, sehingga ketika terjadi di wilayah pemukiman dapat menyebabkan kerusakan infrastruktur," kata Reifda.

Dia mengatakan fenomena downburst berbeda dengan angin puting beliung meskipun sama-sama timbul dari awan jenis kumulonimbus dan sama-sama merusak. Dia menjelaskan bentuk fenomena keduanya berbeda.

"Kalau puting beliung bentuknya memutar seperti spiral atau belalai yang turun dari awan ke permukaan, sedangkan downburst bentuknya lebih menyebar dan embusan anginnya kencang secara vertikal dari dasar awan," katanya.

Dia mengatakan fenomena downburst cukup sulit dideteksi dan diprediksi, seperti halnya puting beliung, karena fenomenanya terjadi dalam skala waktu yang singkat hingga dalam satuan beberapa menit saja. Selain itu, fenomena ini sulit diprediksi dengan pasti lokasi kejadian dan waktu kejadian karena sifat kejadiannya yang lokal.

Penjelasan polisi simak di halaman selanjutnya

Saksikan juga d'Mentor on Location: Hitung-hitungan Untung Bisnis Laundry

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT