Akan Dihadiri Jokowi, KTT ASEAN Bahas Konflik Myanmar

ADVERTISEMENT

Akan Dihadiri Jokowi, KTT ASEAN Bahas Konflik Myanmar

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 10 Nov 2022 00:21 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadir sekaligus membuka acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Gedung Bank Mega, Jakarta Selatan, Rabu (7/9/2022).
Presiden Jokowi (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah tiba di Bandara Internasional Phnom Penh, Kamboja untuk menghadiri KTT ASEAN. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengungkap sejumlah hal bakal dibahas di KTT ASEAN.

"KTT akan membahas penguatan kapasitas institusi dan efektivitas ASEAN sementara untuk retreat terdapat dua isu besar yang akan dibahas yaitu hubungan antara ASEAN dengan pihak luar tentunya termasuk tantangan eksternal yang dihadapi oleh ASEAN dan masalah Myanmar," ujar Retno dalam pernyataannya yang diunggah akun YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (9/11/2022).

Pertemuan itu akan berlangsung pada hari ini 10 November, hingga 13 November. Total Jokowi akan menghadiri 20 kegiatan ditambah 4 pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Singapura, Presiden Dewan Eropa, Sekjen PBB dan Presiden Asian Development Bank.

"Diharapkan para pemimpin ASEAN dapat mengambil sikap dan langkah dalam merespons situasi di Myanmar, terutama tidak adanya komitmen dari militer Myanmar dalam menindaklanjuti 5 poin konsensus," imbuh Retno.

Berikut isi 5 poin konsensus:

-Pertama, kekerasan harus segera dihentikan di Myanmar dan semua pihak harus menahan diri sepenuhnya.
-Kedua, dialog konstruktif di antara semua pihak terkait harus segera dimulai untuk mencari solusi damai bagi kepentingan rakyat.
-Ketiga, utusan khusus Ketua ASEAN akan memfasilitasi mediasi proses dialog, dengan bantuan Sekretaris Jenderal ASEAN.
-Keempat, ASEAN akan memberikan bantuan kemanusiaan melalui AHA Centre (The ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on disaster management).
-Kelima, utusan khusus dan delegasi akan mengunjungi Myanmar untuk bertemu dengan semua pihak terkait.

Retno mengungkap ASEAN sudah mengambil 'extra effort'. Hasil upaya ini, ucap Retno, hanya akan terlihat hasilnya jika adanya komitmen militer Myanmar untuk menindaklanjuti 5 poin konsensus.

"Bola sepenuhnya ada di tangan militer Myanmar," lanjutnya.

Terlepas adanya kekecewaan dari ASEAN terhadap tidak adanya kemajuan tindaklanjut 5 poin konsensus oleh militer Myanmar, Retno yakin ASEAN akan tetap memberikan prioritas untuk membantu rakyat Myanmar termasuk melalui bantuan kemanusiaan.

"Situasi Myanmar tidak boleh menghambat perkembangan ASEAN untuk mempersiapkan retreat para pemimpin ASEAN yang akan membahas isu Myanmar pada tanggal 11 November. Para menteri luar negeri ASEAN akan bertemu lagi pada 10 November siang hari guna membahas rekomendasi selanjutnya akan disampaikan kepada para pemimpin ASEAN pada tanggal 11 November," sambungnya.

"KTT diharapkan akan menghasilkan 100 dokumen dan beberapa dokumen sampai saat ini masih terus dinegosiasikan," pungkasnya.

(isa/lir)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT