Tsunami Nihil, Warga Pangarangan Lebak Kembali ke Rumah
Kamis, 20 Jul 2006 10:40 WIB
Jakarta - Kepanikan akibat gempa juga terjadi di Kecamatan Pangarangan, Kabupaten Lebak, Banten. Mereka langsung mengungsi setelah gempa 6,2 SR mengguncang, Rabu (19/7/2006) kemarin. Namun, pada Kamis (20/7/2006) pagi, warga Pangarangan mulai berbondong-bondong kembali ke rumah. Kecamatan Pangarangan, yang berbatasan dengan Kecamatan Malingping dan Kecamatan Bayah, merupakan daerah pesisir pantai. Getaran gempa 6,2 SR sangat dirasakan warga Pangarangan. Karena itulah, warga mengkhawatirkan adanya tsunami setelah gempa, seperti kejadian di Pantai Pangandaran. Informasi yang didapatkan detikcom dari Brigadir Yana Permana, salah seorang anggota Polsek Pangarangan, warga mulai mengungsi sesaat setelah gempa terjadi. Warga sangat panik. Lautan manusia memenuhi jalan-jalan di Pangarangan, yang membuat lalu lintas jalan kacau. "Kepanikan berakhir pukul 21.00 WIB," kata Yana. Sebagian besar warga mengungsi ke daerah pegunungan. Seperti kepanikan yang terjadi di daerah-daerah lain, warga Pangarangan juga menggunakan mobil, motor, sepeda, dan berlarian menjauhi pantai. "Setelah mengetahui aman-aman saja, pagi ini warga mulai kembali ke rumah masing-masing," ujar Siswanto. Situasi di kawasan pantai Karang Songsong juga mulai normal kembali. Aktivitas masyarakat juga kembali seperti hari-hari biasa. Menurut Siswanto, sebenarnya setelah gempa terjadi, air laut memang sedikit pasang. "Air laut memang cukup tinggi, tapi tidak sampai masuk ke rumah," ujar dia. Di Pangarangan, pemukiman yang paling dekat dengan pantai berjarak sekitar 200 meter dari bibir pantai. Kapolda Banten Kombes Pol Timor Pradopo telah meninjau Pangarangan pada Rabu malam untuk melihat situasi pasca gempa. Hingga saat ini, polisi belum menerima laporan mengenai kerusakan rumah atau korban jiwa akibat gempa Rabu kemarin.
(asy/)











































