Riset Barna: Isu Korupsi Jadi Perhatian Utama 42% Remaja Indonesia

ADVERTISEMENT

Riset Barna: Isu Korupsi Jadi Perhatian Utama 42% Remaja Indonesia

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 09 Nov 2022 15:38 WIB
Sekolah
Ilustrasi (Shutterstock)
Jakarta -

Barna Group melakukan riset terhadap remaja Indonesia terkait isu-isu terkini. Isu korupsi menjadi perhatian utama remaja, yaitu sebanyak 42%.

Berdasarkan keterangan yang diterima detikcom, Rabu (9/11/2022), survei ini dilakukan pada 2021 terhadap 1.000 remaja dari berbagai keyakinan yang berusia 13-17 tahun di seluruh Indonesia. Penelitian dilakukan dengan metode mix method (kuantitatif dan kualitatif).

Hasil survei menunjukkan sebanyak 42% remaja di Indonesia merasa korupsi merupakan isu publik yang menjadi perhatian terbesar mereka, diikuti oleh pengangguran (39%), pelecehan seksual (38%), dan kemiskinan ekstrem (35%).

Terkait isu-isu yang mereka khawatirkan tersebut, remaja Indonesia merasa tertarik untuk memberikan dampak dan membuat perubahan. Sebanyak 53% remaja mengungkapkan bahwa mereka 'sangat' termotivasi untuk mengatasi ketidakadilan. Remaja Indonesia meyakini bahwa mereka bisa menjadi bagian dari kepedulian dan mampu untuk mengubah keadaan jika mereka dilibatkan di masa yang akan datang.

Selain itu, sebanyak 57% remaja Indonesia sangat setuju bahwa generasi mereka memiliki kemampuan untuk membuat dampak positif dan berarti bagi dunia.

Faith and Development Manager Wahana Visi Indonesia (WVI), Anil Dawan, menjelaskan bahwa keprihatinan remaja akan isu-isu tersebut bisa menjadi pintu masuk yang efektif untuk kampanye pencegahan kekerasan terhadap anak di kalangan remaja melalui model peer support system.

"Oleh karenanya, isu-isu ini jangan hanya menjadi bagian keprihatinan yang menuju pada pesimisme terhadap keadaan dunia yang buruk. Akan tetapi dapat menjadi dorongan untuk melahirkan cita-cita yang lebih bermakna bagi hidupnya melalui pemilihan studi yang akan digelutinya, ataupun pekerjaan di masa depan," kata Anil.

Menurut Anil, perlu adanya peran dari semua pihak mulai dari keluarga, lingkungan masyarakat, pemimpin rohani untuk remaja hingga pemerintah agar mendukung cita-cita mereka untuk membuat perubahan. Berdasarkan hasil survei bertajuk 'Generasi Terbuka' ini, mayoritas remaja memiliki harapan yang tinggi di masyarakat, lembaga agama dan pemimpin pemerintah harus memainkan peran utama dalam mengatasi ketidakadilan.

Anil menambahkan bahwa sebanyak 87% dari remaja yang termotivasi keadilan di Indonesia, menempatkan pemerintah, sekolah dan lembaga pendidikan sebagai pihak yang harus memainkan peran utama. Hal ini, kata Anil, relevan dengan tahapan kehidupan remaja, karena bagi mereka sekolah merupakan pusat rutinitas dan perkembangan dirinya.

"Keluarga, sekolah, dan lembaga agama, lembaga pendidikan, serta semua pihak perlu memahami ciri khas remaja masa kini yang terbuka, inklusif dengan kepedulian terhadap spiritualitas dan masalah keadilan di sekitarnya dengan 3D: Doakan Remaja, Dukung Remaja, dan Dampingi Remaja dalam tumbuh kembang mereka menemukan identitas dan keterlibatan mereka menjadi bagian dari solusi lingkungannya, dimanapun mereka berada," jelas Anil.

Survei 'Generasi Terbuka' ini dikembangkan dan dilakukan oleh Barna Group pada 2021 dan diluncurkan secara global pada Oktober 2022. Survei ini bekerja sama dengan Alpha, Biblica, dan World Vision, dengan dukungan tambahan dari Christian Vision, Bible Study Fellowship, Christ in Youth, dan Association of Christian Schools International.

(lir/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT