Menneg Ristek Lalai, Diminta Lepas Jabatan
Kamis, 20 Jul 2006 06:25 WIB
Jakarta - Akibat kelalaian tidak menindaklanjuti informasi dari BMG Jepang dan Pasific Tsunami Warning Center (PTWC), Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menneg Ristek) Kusmayanto Kadiman mendapat kecaman dari Institut Studi Arus Informasi (ISAI). Kusmayanto diminta melepaskan jabatannya sebagai menteri."Sikap 'pembiaran' oleh Kusmayanto dinilai sebagai tindakan yang tidak ilmiah sehingga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa lebih dari 500 orang," ujar koordinator program ISAI Tedjabayu dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (20/7/2006).Sikap Kusmayanto ini menunjukkan bukti keengganan pejabat publik atas kewajibannya memberikan informasi publik. Apabila Kusmayanto cepat dan tanggap, ditambahkan Tedjabayu, jumlah korban jiwa yang besar akibat tsunami dapat dihindari."ISAI menuntut Kusmayanto untuk mempertanggungjawabkan kelalaiannya dengan mengundurkan diri dari jabatan menteri," tandasnya.Selain itu, untuk mencegah terjadinya korban jiwa yang besar akibat bencana serupa di masa mendatang, ISAI mendesak pemerintah Indonesia segera mempercepat pembangunan jaringan "early warning system" di berbagai daerah rawan bencana. Sebelumnya, Menneg Ristek telah menerima informasi terjadinya gempa dan kemungkinan tsunami 45 menit sebelum wilayah pantai selatan Jawa diporakporandakan oleh gelombang tsunami. Namun dia tidak melaporkan informasi dini ini.
(wiq/)











































