Kejagung Tetapkan 1 Tersangka Baru Kasus Korupsi Waskita Beton

ADVERTISEMENT

Kejagung Tetapkan 1 Tersangka Baru Kasus Korupsi Waskita Beton

Yulida Medistiara - detikNews
Selasa, 08 Nov 2022 18:16 WIB
Kejagung Tetapkan 1 Tersangka Baru Kasus Korupsi Waskita Beton
Kejagung Tetapkan 1 Tersangka Baru Kasus Korupsi Waskita Beton (Foto: dok. Kejagung)
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan 1 tersangka baru dalam kasus korupsi penyelewengan dana PT Waskita Beton Precast, Tbk pada 2016-2020. Tersangka yang baru ditetapkan adalah Direktur Utama PT Arka Jaya Mandiri (AJM) berinisial HA.

Tersangka baru ini menambah panjang total tersangka dalam kasus yang turut menjerat Hasnaeni atau wanita emas menjadi 8 orang tersangka.

"Telah menetapkan 1 orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dan atau penyelewengan dalam penggunaan dana PT Waskita Beton Precast, Tbk pada tahun 2016 s/d 2020, yaitu HA selaku Direktur Utama PT Arka Jaya Mandiri (AJM)," kata Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana dalam keterangannya, Selasa (8/11/2022).

Penyidik langsung menahan tersangka HA setelah diperiksa hari ini. HA ditahan di Rutan Salemba cabang Kejagung mulai hari ini.

Ketut memaparkan sejumlah perbuatan yang telah dilakukan oleh Tersangka HA, yaitu:

1. Selaku Direktur Utama PT AJM menandatangani dokumen-dokumen jual-beli tanah darat dan reklamasi dengan PT Waskita Beton Precast, Tbk.
2. Menawarkan pemanfaatan tanah reklamasi kepada PT Waskita Beton Precast, Tbk tanpa seizin Pemerintah Kabupaten Serang.
3. Menandatangani dokumen-dokumen persyaratan penerbitan Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) an PT AJM kepada Pemerintah Kabupaten Serang setelah PT Waskita Beton Precast, Tbk. melakukan reklamasi dan pembangunan workshop 5 di atas tanah seluas 12 ha yang berlokasi di Desa Margagiri, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Provinsi Banten (termasuk membuat Berita Acara Serah Terima Lahan Reklamasi dari PT AJM kepada Pemerintah Kabupaten Serang tanggal 21 Mei 2018).

Akibat perbuatannya, tersangka HA disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dengan ditetapkan HA sebagai Tersangka, maka jumlah tersangka dalam perkara ini menjadi 8 orang, yaitu:

1. Direktur Pemasaran PT Waskita Beton Precast Tbk periode 2016-2020, Agus Wantoro
2. General Manager Pemasaran PT Waskita Beton Precast Tbk periode 2016-Agustus 2020, Agus Prihatmono
3. Staf Ahli Pemasaran (expert) PT Waskita Beton Precast, Benny Prastowo
4. Pensiunan Karyawan PT Waskita Beton Precast Tbk, Anugrianto
5. Direktur Utama PT Misi Mulia Metrical, Hasnaeni
6. Pensiunan Karyawan BUMN PT Waskita Beton Precast, KJH
7. Mantan Direktur Utama PT Waskita Beton Precast, Jarot Subana
8. Direktur Utama PT Arka Jaya Mandiri (AJM) berinisial HA.

Respons Waskita Beton

PT Waskita Beton Precast Tbk angkat bicara mengenai kasus penyimpangan dan atau penyelewengan dalam penggunaan dana yang menyeret pejabat perusahaannya dan Hasnaeni si wanita emas. PT Waskita Beton Precast Tbk menghormati proses hukum yang berjalan.

"Perusahaan menghormati proses hukum yang berjalan dan memberikan dukungan penuh bagi Kejaksaan Agung demi terselesaikannya perkara ini," kata Corporate Secretary PT Waskita Beton Precast Tbk, Fandy Dewanto, melalui keterangan tertulis, Jumat (23/9/2022).

PT Waskita Beton Precast Tbk berkomitmen untuk kooperatif kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait pengusutan kasus ini. PT Waskita Beton Precast Tbk, lanjut Fandy, siap memberikan data dan informasi yang dibutuhkan.

"Perusahaan juga senantiasa berkomitmen untuk selalu kooperatif kepada Kejaksaan Agung dalam memberikan keterangan, data, maupun informasi yang dibutuhkan," tuturnya.

Fendy menjelaskan, sesuai dengan keterangan Kejagung, dugaan korupsi tersebut terjadi para periode 2016-2020. Dia menegaskan, salah satu tersangka yang berinisial KJH juga tidak lagi bekerja di PT Waskita Beton Precast Tbk.

"Sesuai dengan keterangan Kejaksaan Agung bahwa perkara tersebut terjadi pada periode 2016-2020. Dapat kami sampaikan bahwa tersangka yang telah ditetapkan oleh Kejaksaan Agung atas nama Saudara KJH sudah tidak lagi menjadi bagian dari Perusahaan (nonaktif) sejak Mei 2021," ungkap Fendy.

Lebih lanjut, Fendy menegaskan, perusahaannya akan melakukan perbaikan internal. PT Waskita Beton Precast Tbk, menurut dia, juga akan terus meningkatkan kualitas good corporate governance (GCG).

Simak juga 'Tok! Eks Pejabat Waskita Karya Divonis 4 Tahun Bui di Kasus Korupsi IPDN':

[Gambas:Video 20detik]

(yld/dhn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT