Menhub Bantah Indonesia Abaikan Peringatan BMG Jepang
Rabu, 19 Jul 2006 17:47 WIB
Jakarta - Menhub Hatta Rajasa membantah pemerintah Indonesia mengabaikan peringatan BMG Jepang mengenai adanya potensi tsunami setelah gempa 6,8 SR pada 17 Juli 2006."Ah nggak betul, itu siapa yang ngomong. You mesti cek," tegas Hatta di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (19/7/2006).Hatta juga menjelaskan, kebanyakan korban yang meninggal dalam bencana tersebut adalah yang berada di laut dan sedang tidur.Hatta mengaku sama sekali tidak menerima informasi dari BMG Jepang soal potensi tsunami itu. "Masuk ke saya tidak, mungkin ke Menristek karena beliau koordinator early warning system," kata Hatta.Hatta menilai apa yang dilakukan BMG Indonesia sudah sesuai dengan prosedur yang ada. Sistem sudah berjalan dengan baik.Hatta lalu menunjukkan SMS yang diterimanya dari BMG Indonesia tentang adanya gempa berkekuatan 6,8 SR. Diakui dalam SMS itu memang tidak ada kata-kata potensi tsunami."Itu sudah otomatis karena sistem di BMG kalau gempanya berkekuatan 6,3 SR ke atas maka itu sudah ada potensi tsunami dan SMS baru 4 menit setelah gempa. Nanti kalau sudah 10 menit, BMG baru bisa mengatakan benar-benar berpotensi tsunami atau tidak," paparnya.Hatta mengatakan, antara BMG Indonesia dan pemerintah Jepang saling memberi informasi. Diakuinya, BMG Jepang memang memberi informasi ada potensi tsunami 18 menit setelah terjadinya gempa.
(umi/)











































