Ny Tuge Renungi Duit Rp 5 Juta yang Digondol Tsunami
Rabu, 19 Jul 2006 17:28 WIB
Kebumen -
Ny Tuge (45) bersyukur selamat dari amukan tsunami meski sempat dibawa gelombang setinggi 3 meter. Kini yang diingat adalah tas hitam berisi duit Rp 5 juta yang dikumpulkannya dengan susah payah.Sehari-hari, Ny Tuge berdagang makanan dan minuman di Pantai Suwuk, Puring, Kebumen. Dari kerja kerasnya itulah dia mengumpulkan tabungan hingga Rp 5 juta. Uang itu disimpannya di dalam lemari di dekat tempat tidur.Ketika tsunami mengamuk, dia tak sempat menyelamatkan harta bendanya. Rumahnya hancur, rata dengan dengan tanah setelah dihantam ombak besar pada pukul 16.30 WIB.Ny Tuge hanya bisa berteriak-teriak memanggil ketiga anaknya agar segera lari menyelamatkan diri. Anaknya yang sedang bermain di dalam rumah yang juga menjadi warung itu segera diminta melarikan diri menuju desa di sebelah utara."Saya tidak ikut lari karena kaki saya cacat, saya hanya pasrah kepada Allah sambil menangis takut," kata Ny Tuge yang menderita polio sejak kecil itu.Ny Tuge sempat dibawa ombak setinggi tiga meter hingga di atas atap warung-warung. Dia baru tersadar setelah terseret sejauh 20 meter di bawah tanggul sungai. Saat itu tubuhnya sudah penuh lumpur dan tertimpa reruntuhan kayu dan bambu. "Hanya nyebut Allah, Allah saja. Seluruh badan sakit semua," ceritanya pada detikcom.Setelah mengetahui seluruh keluarganya selamat, dia kemudian ingat uang tabungan sebesar Rp 5 juta yang disimpan di dalam tas plastik hitam di dekat tempat tidur. Namun ketika dicari hingga malam hari menggunakan lampu senter, tas tersebut tidak ketemu.Pada hari Selasa dan Rabu ini, dirinya dibantu anak-anaknya terus mencari tas berisi uang tersebut. Beberapa orang tetangga juga ikut mencari di semua tempat di sekitar puing-puing rumah hingga empang yang ada di sebelah utara lokasi. Namun tak jua ketemu."Habis sudah harta tabung saya yang rencananya untuk memperbaiki rumah dan bayar sekolah anak-anak," katanya sambil menahan isak tangis. Uang sebanyak itu adalah tabungan yang dikumpulkan selama bertahun-tahun sedikit demi sedikit, yang disisihkan dari keuntungan berdagang makanan. Saat ini, dia juga tidak punya apa-apa lagi kecuali beberapa lembar pakaian. Semua perabot rumah tangga dan televisi serta sepeda milik anaknya ikut rusak."Saya masih trauma dan belum berani jualan setelah ini," kata Ny Tuge yang saat ini tidur bersama anak dan suami dengan menumpang di rumah salah satu tetangga desa, 500 meter dari pantai itu.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































