Seniman YSH Pameran di Museum Nasional Lusa, Ada Lukisan Jokowi-Prabowo

ADVERTISEMENT

Seniman YSH Pameran di Museum Nasional Lusa, Ada Lukisan Jokowi-Prabowo

Anggi Muliawati - detikNews
Senin, 07 Nov 2022 19:52 WIB
Yusuf Susilo Hartono
Yusuf Susilo Hartono (kanan) (Anggi Muliawati/detikcom)
Jakarta -

Seniman Yusuf Susilo Hartono (YSH) akan menggelar pameran lukisan di Museum Nasional, Jakarta Pusat. Dalam pameran tersebut, akan ada lukisan Presiden Joko Widodo, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, hingga Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Jadi dalam karya-karya saya itu ada namanya zona reformasi dan demokrasi ini satu dari sembilan zona, di bagian depan kebetulan kita sajikan tokoh-tokoh nasional, ketemu di sini, visinya tidak ketemu, tapi kita pertemukan di sini," kata Yusuf di Taman Ismail Marzuki, Senin (7/11/2022).

Menurutnya, tokoh-tokoh tersebut memiliki peran penting di pemerintahan Indonesia. Dia mengatakan lukisan tokoh-tokoh tersebut dalam rangka menyambut Pemilu 2024.

"Ini bukan mau pameran politik, tidak, tapi saya kira karena tahunnya tahun politik. Tapi lebih dari pada itu, ternyata hidup kita tergantung dari pada mereka-mereka ini, harga cabai, tomat tergantung ini loh," ujarnya.

Pameran tersebut akan digelar di Museum Nasional pada 9-13 November 2022. Pameran itu bertajuk 'Among Jiwo: Retrospeksi 40 Tahun Berkarya'.

"Tema, tema mulai dari apa namanya alam sampai kepada religiositas. Maka di dalam fungsi dari pameran saya ini, itu Among, Among Jiwo itu di dalamnya ada 3, yakni Among religiositas, itu Among alam sama al-ikhlas kaitanya dengan ketuhanan alam, itu kaitanya dengan mencintai alam sebagai apa? Guru terbuka alam, terkembang jadi guru dan kebudayaan itu yang berkaitan dengan Cipta Rasa Karsa manusia," kata Yusuf.

Yusuf mengatakan dalam pameran tersebut akan ada sembilan zona. Diantaranya, zona reformasi demokrasi, seni, religiusitas, alam, kuno kini, mancanegara, aku keluarga dan tanah asal, perempuan dan COVID-19.

"Jadi tanggal 9 November itu, ada 9 zona, ada zona demokrasi, dan reformasi, ada zona seni, ada zona COVID-19, ada zona perempuan, dan sebagainya. Zona itu bagian dari among itu, inti dari among itu 3, among itu adalah memelihara, mengamong, suara hati kita," ucapnya.

Sementara itu, kurator Anna Sungkar mengatakan pameran itu akan menampilkan karya-karya seni rupa, jurnalistik, dan sastra Jawa dan Indonesia. Menurutnya, Yusuf memiliki 5.000 karya yang layak untuk dipamerkan.

"Untuk itu, pameran akan menunjukkan ke masyarakat seni rupa bahwa karya-karyanya itu sangat tinggi kualitasnya, dari segi teknis, imajinasi, nilai puitik, kreativitas, dan pencapaian maksud dari sang seniman itu sendiri," tuturnya.

(lir/lir)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT