Pertamina Dukung Polisi Ungkap Praktik Penyalahgunaan Solar Bersubsidi

ADVERTISEMENT

Pertamina Dukung Polisi Ungkap Praktik Penyalahgunaan Solar Bersubsidi

Dea Duta Aulia - detikNews
Senin, 07 Nov 2022 17:30 WIB
Ilustrasi SPBU Pertamina
Foto: Dok. Pertamina
Jakarta -

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel mengapresiasi Polresta Palembang karena telah menangkap pelaku penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) solar bersubsidi di Kota Palembang. Tak hanya pelaku, pihak Kepolisian pun turut mengamankan sejumlah barang bukti.

"Kami sangat mengapresiasi aparat kepolisian yang menangkap oknum penyalahgunaan solar bersubsidi di salah satu SPBU, Jalan RE Martadinata, Lemabang, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang," kata Area Manager Communication, Relation & CSR Sumbagsel Tjahyo Nikho Indrawan dalam keterangan tertulis, Senin (7/11/2022).

Dalam penangkapan ada sejumlah barang bukti yang diamankan seperti tiga unit mobil pribadi diduga menggunakan plat palsu serta tangki bensin yang sudah dimodifikasi. Adapun penangkapan dilakukan oleh Unit Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polrestabes Palembang, saat sedang mengisi BBM jenis Solar.

Tjahyo mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dan sinergi dengan berbagai pihak agar aksi tersebut tidak terjadi lagi. Menurutnya, selain memperkuat regulasi, pihaknya turut mengajak sejumlah pihak untuk melakukan pengawasan secara bersama-sama. Sehingga BBM bersubsidi bisa dimanfaatkan oleh orang yang tepat.

"Pertamina juga terus mendorong masyarakat untuk mendaftarkan kendaraannya di subsiditepat.mypertamina.id untuk mencegah penyalahgunaan data dari orang yang tidak bertanggung jawab. Serta mendukung subsidi tepat sasaran. Untuk masyarakat yang tidak memiliki handphone, dapat datang ke lokasi pendaftaran yang telah disediakan di SPBU Pertamina," jelasnya.

Ia mengingatkan agar masyarakat membeli BBM di SPBU atau Petrashop resmi sehingga kualitas dan keamanannya bisa terjamin. Selain itu, ia mengatakan jika masyarakat menemukan kecurangan dapat segera melapor kepada aparat penegak hukum atau Pertamina Call Center (PCC) 135.

"Tindakan tegas terhadap penimbun, industri maupun perseorangan yang menyelewengkan BBM bersubsidi, telah diatur dalam Pasal 55 UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang menyatakan bahwa setiap orang yang menyalahgunakan Pengangkutan dan atau Niaga Bahan Bakar Minyak, bahan bakar gas, dan atau liquefied petroleum gas yang disubsidi pemerintah dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling tinggi Rp 60 miliar," jelasnya.

(akd/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT