Menristek Kantongi Warning Tsunami Pangandaran
Rabu, 19 Jul 2006 15:21 WIB
Jakarta - Menneg Ristek Kusmayanto Kadiman mengakui mendapatkan warning tsunami setelah beberapa saat gempa datang pada 17 Juli lalu. Warning itu didapat dari lembaga luar negeri."Ya, sekarang begini, itu kan info awal, lalu terjadi gempa, dan untuk mengetahui gempa menghasilkan tsunami atau tidak, membutuhkan waktu," kata Kusmayanto usai seminar LIPI di Hotel Crowne, Jakarta, Rabu (19/7/2006).Untuk memastikan tsunami, menurut dia, harus dihitung berapa besar air surut, berapa besar skala Richternya, berapa dalam dari permukaan."Itu semua dihitung dan disimulasikan. Baru kita tahu tsunami atau tidak, membutuhkan waktu lebih dari 10 menit dari sejak terasa gempa," terangnya.Kusmayanto juga menyatakan bahwa gempa pada 17 Juli lalu juga disebarkan BMG lewat 400 SMS. SMS itu ditujukan ke TV, radio, dan instansi pemerintah di pusat dan daerah.Kusmayanto lantas menunjukkan isi SMS dari BMG yang diterimanya terkait gempa susulan Rabu pagi tadi. Bunyi SMS itu: Info awal gempa 4,7 SR, 19 Juli 2006, jam 09.35 WIB, lokasi south of Java Indonesia.
(aan/)











































