Ditagih Jadup, Kalla Emosi
Rabu, 19 Jul 2006 13:26 WIB
Yogyakarta - Setelah demo, mahasiswa akhirnya diterima Wapres Jusuf Kalla. Suara Kalla meninggi saat seorang mahasiswa mengaku tidak percaya pemerintah akan memenuhi 100 persen dana jaminan hidup (jadup) dan rekonstruksi Yogyakarta.Demikian suasana saat 15 pendemo ditemui Kalla di Istana Kepresidenen Gedung Agung di Yogyakarta, Rabu (19/7/2006).Mahasiswa menagih keseriusan pemerintah dalam menyalurkan jadup dan dana rekonstuksi gempa Yogyakarta."Kita tidak percaya terhadap pemerintah yang akan memenuhi 100 persen dana jadup dan rekonstruksi Yogyakarta," kata Widi Hasto, dari Gerakan Aksi Tagih Janji.Tiba-tiba Kalla memotong pernyataan Widi. "Saya potong, saya potong. Saya ingatkan, pemerintah pusat akan memenuhi, tetapi sistem pembangunan bertahap. Percaya saya, sabar saja," kata Kalla dengan suara meninggi.Kalla juga menolak saat mahasiswa lainnya ingin mengajukan pertanyaan."Sudah, sudah, kita mau rapat," elak Kalla dengan ketus.Meski demikian, salah seorang mahasiswa tetap meminta Kalla menenangkan pendemo. "Pak, gimana kalau Bapak menemui pendemo untuk menenangkan mereka," pinta mahasiswa itu."Wah kita mau rapat, bilang saja wapres menegaskan bahwa pemerintah akan memenuhi. Kita akan membantu," tegas Kalla.Akhirnya, pendemo hanya ditemui oleh Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan HB X. Sedangkan Kalla langsung menggelar rapat rehabilitasi dan rekonstruksi gempa di Yogyakarta pukul 13.00 WIB.Rp 1,2 TriliunDi hadapan perwakilan pendemo, Kalla sebelumnya telah menjelaskan Presiden SBY telah mengirimkan dana Rp 1,2 triliun untuk rehabilitasi dan rekonstruksi Yogyakarta pada dua minggu lalu."Uangnya dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Setelah dihitung, kurang Rp 4 triliun lebih anggarannya," ujar Kalla.Menurut dia, rumah yang rusak ada sekitar 200-300 unit. "Karena itu harus disetujui DPR dan dianggarkan dulu. Tahap pertama rekonstruksi sudah ada di sini, sekarang kita mau rapat. Bagaimana dibagikan ke masyarakat," ujarnya.Dikatakan Kalla, dana rekonstruksi akan dibagikan secara kelompok. Satu kelompok terdiri dari 100 rumah. "Supaya cepat," cetusnya.Lebih lanjut, kata Kalla, dana jadup yang telah dibagikan ada Rp 200 miliar.
(aan/)











































