Warga Cilacap Keluhkan Bantuan Tak Kunjung Tiba
Rabu, 19 Jul 2006 11:44 WIB
Cilacap -
Bencana meninggalkan krisis multidimensi bagi warga. Bantuan pun diharapkan dapat mengucur dari semua pihak yang bersimpati. Namun sayangnya, dua hari setelah diterpa bencana tsunami, bantuan belum optimal tersalurkan.Setidaknya itu yang dialami warga Desa Cilacap, Kecamatan Cilacap Selatan, Kota Cilacap. Para warga beserta Lurah Cilacap, Kusriadi (52) pun hanya bisa menggerutu menerima kenyataan itu."Sampai sekarang bantuan belum juga turun, padahal kita hanya berjarak 2 kilometer dari pusat kota. Lihat saja perahu kita masih banyak yang terdampar," sesal Kusriadi ketika ditemui detikcom, Rabu (19/7/2006).Mereka pun akhirnya terpaksa mengerjakan secara sukarela dan bergotong-royong untuk mengangkat sejumlah perahu yang terdampar di sekitar Sungai Kaliasa.Tidak tampak petugas Tim SAR, aparat kepolisian, atau TNI yang membantu warga untuk mengangkat perahu-perahu sejenis perahu duduk, compreng dan fiber itu.Menurut Kusriadi, warga desanya menginginkan bantuan berupa pengiriman personel relawan dan alat-alat berat untuk memindahkan perahu.Selain soal bantuan alat dan personel relawan, warga desa ini juga mengeluhkan belum dibangunnya sarana dapur umum."Soalnya di sana banyak warga yang bekerja tanpa dibayar dan tanpa diberi makan untuk mengangkat kapal," jelas Kusriadi.Hingga kini, jumlah korban tewas akibat bencana tsunami di Desa Cilacap Selatan sebanyak 6 orang, dan 5 di antaranya dinyatakan hilang.Empat dari lima orang yang hilang adalah Yanto (50) warga Brebes, Slamet (40) Tegal, Kasman (40) Pemalang, dan Widiantoro (18) Cilacap. Mereka adalah anak buah kapal (ABK) Timbul Jaya.Sedangkan satu orang lainnya bernama Suharno yang bekerja sebagai penangkap ikan.
(ahm/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































