Seorang Pekerja Meninggal saat Rapat, BPJAMSOSTEK Beri Santunan Rp 5,6 M

ADVERTISEMENT

Seorang Pekerja Meninggal saat Rapat, BPJAMSOSTEK Beri Santunan Rp 5,6 M

Danzel Samuel - detikNews
Jumat, 04 Nov 2022 20:23 WIB
BPJAMSOSTEK
Foto: Dok. BPJAMSOSTEK
Jakarta -

BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) memberikan santunan senilai Rp 5,6 miliar kepada ahli waris pekerja, Yudistira Ary Wibawa (46) yang meninggal dunia saat melakukan rapat bisnis di Jakarta. Santunan tersebut diserahkan oleh Direktur Utama BPJAMSOSTEK Anggoro Eko Cahyo di Kantor Pelayanan Jakarta Selamba pagi tadi.

Dalam sambutannya ia mengatakan pihaknya turut berduka cita atas kejadian yang terjadi. Kepergian Yudistira tentu akan sangat memberatkan keluarga besar khususnya istri dan 2 orang anak yang masih duduk di bangku SMA dan SD.

"Saya atas nama pribadi dan juga mewakili manajemen BPJAMSOSTEK menyampaikan rasa duka yang mendalam atas berpulangnya Almarhum Yudistira Ary Wibawa. Almarhum merupakan peserta BPJAMSOSTEK, yang artinya semua resiko yang terjadi saat dirinya bekerja merupakan tanggung jawab kami, dan pagi ini kami datang memberikan hak dari keluarga senilai Rp5,6 miliar," ujar Anggoro dalam keterangan tertulis, Jumat (4/11/2022).

Menurut data, Alm. Yudistira merupakan karyawan tetap di PT Hybrid Power Solutions Indonesia dengan jabatan Direktur Business Development. Ia didaftarkan oleh perusahaan sebagai peserta BPJAMSOSTEK tahun lalu. Semasa hidupnya Almarhum bertugas dan berwenang untuk melakukan pembicaraan bisnis dan koordinasi dengan calon mitra usaha perusahaan.


Santunan yang diserahkan terdiri dari tiga santunan, yaitu kematian akibat kecelakaan kerja (JKK), santunan Jaminan Hari Tua (JHT), santunan Jaminan Pensiun (JP), berkala dan juga beasiswa pendidikan untuk 2 orang anak hingga jenjang perguruan tinggi.

Istri Almarhum, Irma Maryani (46) menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan yang diberikan BPJAMSOSTEK kepada dirinya dan khususnya bagi anak-anaknya. Ia juga mengatakan kematian bisa datang kapan saja.

"Saya dengan tulus berterima kasih kepada pihak BPJS Ketenagakerjaan. Sebelumnya saya berfikir bahwa hidup itu, menikah, membesarkan anak, kerja, pensiun dan hidup bahagia, saya lupa bahwa kematian bisa datang kapan saja," ucap Irma.

Ia menambahkan dirinya merasa sangat terbantu dengan pelayanan yang diberikan dan tidak menyangka bahwa santunan yang diberikan juga termasuk beasiswa pendidikan kedua anaknya.


Viva Bharata, perwakilan PT Hybrid Power Solutions Indonesia mengucapkan terima kasih atas kesigapan dan perhatian para petugas pelayanan yang sejak awal kejadian hingga selesainya proses klaim sangat menolong keluarga pekerjanya.

Seperti diketahui, menurut undang-undang BPJAMSOSTEK diberikan amanah untuk menyelenggarakan 5 program jaminan sosial ketenagakerjaan yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Siapapun pekerja dapat memiliki jaminan sosial ketenagakerjaan, tidak hanya pekerja formal seperti karyawan atau buruh, namun pekerja informal seperti pedagang, petani, nelayan, driver ojek, atlet hingga pekerja seni semuanya dapat dilindungi.

Menutupi kegiatan tersebut, Anggora mengatakan sebesar apapun santunan yang diberikan tidak dapat menggantikan kehadiran sosok suami sekaligus ayah tercinta untuk keluarganya Yudistira. Namun, dirinya berharap semoga santunan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga untuk melanjutkan kehidupan. Ia juga berharap kejadian ini menumbuhkan kesadaran pagi para pekerja betapa pentingnya memiliki perlindungan jaminan sosial.

"Semoga ada hikmah yang bisa sama- sama kita ambil, kita berharap juga kejadian ini dapat menumbuhkan kesadaran para pekerja dan pemberi kerja akan pentingnya memiliki perlindungan jaminan sosial. Dengan sudah menjadi peserta BPJAMSOSTEK, pekerja dapat bekerja dengan aman, keluarga dapat tenang di rumah, yang semuanya berujung pada pekerja Indonesia yang sejahtera," pungkas Anggoro.

(akn/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT