JK Didemo Warga Yogya, Dituntut Mundur Akibat Jadup Tak Turun
Rabu, 19 Jul 2006 10:56 WIB
Yogyakarta -
Ratusan warga Yogya menuntut Wapres Jusuf Kalla mundur dari jabatannya. Sebab penyaluran dana jaminan hidup (Jadup) bagi korban gempa Yogya dan Jateng hingga kini belum mereka terima.Demo digelar di depan Gedung Agung, Jalan Malioboro, Yogyakarta, Rabu (19/7/2006).Para mendemo membawa rempeyek undur-undur, tempe keledai dan gerontol jagung sebagai tanda bahwa mereka masih membutuhkan dana Jadup.Sebelumnya Pemprov Yogyakarta menyatakan, dana yang dibagikan untuk masyarakat korban gempa hanya lauk pauk sebesar Rp 3.000 per orang per hari dan beras 10 kg per bulan. Namun dana pakaian dan peralatan dapur tidak jadi diberikan. Alasannya, supaya hal itu membuat masyarakat lebih mandiri menyikapi musibah yang melanda mereka.Selain itu juga terjadi ketimpangan data mengenai jumlah korban gempa. Data Pemda menyebutkan jumlah korban gempa 2,1 juta orang. Namun data Bakornas hanya 1,6 juta orang.Dana Jadup yang sudah dicairkan tercatat Rp 90,08 miliar. Padahal pencairan dana itu harusnya mencapai Rp 126,32 miliar. Wapres Jusuf Kalla sendiri sejak pukul 10.00 WIB menghadiri acara Organisasi Dokter Islam Internasional di Gedung Agung. Setelah membuka acara, Wapres sempat melihat demo. Dia lalu memerintahkan stafnya untuk menerima para pendemo berdialog.
(umi/)










































