Perekonomian Pangandaran Masih Lumpuh
Rabu, 19 Jul 2006 08:41 WIB
Pangandaran - Aktivitas perekonomian dan perdagangan di sekitar Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat belum berjalan normal. Sejumlah kios dan toko serta pasar masih tutup.Sebelum kejadian gempa dan tsunami, kegiatan perekonomian dan perdagangan di wilayah ini biasanya sudah dimulai sekitar pukul 06.30 WIB. Menurut informasi yang diperoleh, sejak bencana terjadi nyaris semua aktivitas perdagangan terhenti. "Tidak ada barang yang bisa kita jual, karena sebagian besar toko tutup. Kalau barang kita habis susah mau beli ke mana," kata Saiman (38) pedagang kelontong yang ditemui detikcom, Rabu (19/7/2006).Sementara, ada juga alasan pemilik toko menutup aktivitasnya hanya karena ingin ikut bersimpati dengan para pengungsi. "Yang lain masih susah, masa kita cari uang," ujar pemilik "Luvi Foto" bernama Bety (40) di kawasan Jl Kidang Pananjung, Pangandaran.Menurutnya, sebagai seorang pedagang dirinya merasakan pedihnya penderitaan para pengungsi dan korban bencana. "Sejak kejadian berlangsung, saya langsung tutup. Mungkin lihat situasi nanti, kalau masyarakat sudah pulih hatinya, saya akan buka lagi," jelasnya.Dia juga menyatakan, banyaknya kios dan toko yang tutup juga disebabkan sebagian besar pemiliknya berasal dari Tasikmalaya, Garut, dan Banjar. "Mungkin mereka masih takut, jadi masih pulang ke kampungnya masing-masing," tambah Bety.Sementara dari pantauan detikcom, sejak kemarin hingga pagi ini memang belum ada satupun toko yang buka. Hanya ada satu mini market yang mencoba beraktivitas, itupun langsung diserbu warga untuk membeli keperluan hidup sehari-hari.Namun hal yang sedikit berbeda justru terlihat di Terminal Pangandaran. Aktivitas transportasi angkutan umum secara perlahan berjalan normal.Sejak pukul 06.00 WIB, terlihat sejumlah angkutan umum seperti bus dan minibus sudah mulai menjalankan rutinitasnya. Namun, jumlah penumpang memang tidak seperti sebelumnya. Setiap unit kendaraan hanya terisi tiga sampai empat orang saja."Aktivitas terminal mulai normal sejak kemarin. Mungkin masyarakatnya masih trauma, jadi ada penurunan sekitar 40 persen jumlan penumpang," jelas salah satu petugas Terminal Pangandaran bernama Rustan (53).Rustan menjelaskan, biasanya jumlah angkutan umum yang ke luar masuk terminal bisa mencapai 200 kendaraan per harinya. Tapi pascabencana hanya 75 kendaraan saja yang beroperasi. Begitu juga dengan jumlah penumpang mengalami penurunan drastis. Tidak seperti biasanya, bisa mencapai ratusan orang, terutama yang menuju Pangandaran. "Kita tetap beroperasi lancar seperti hari-hari biasa. Tapi memang posisinya setelah bencana jumlah penumpang jauh berkurang, kebanyakan mereka masih berada di tempat pengungsian. boleh dibilang aktivitasnya belum normal," tandas Rustan.
(zal/)











































