Ngerinya Pembunuh Sadis Anak Sendiri hingga Teman Sekelas Histeris

ADVERTISEMENT

Ngerinya Pembunuh Sadis Anak Sendiri hingga Teman Sekelas Histeris

Dwi Rahmawati - detikNews
Jumat, 04 Nov 2022 06:28 WIB
Motif ayah bunuh anak di Depok sudah terungkap. Pelaku yang bernama Rizky Noviyandi Achmad mengakui alasan dirinya membunuh anak dan melukai istrinya.
Rizky Noviyandi Achmad (31) tega membunuh anak sendiri, istri dibacok hingga kritis (Dwi Rahmawati/detikcom)
Depok -

Kematian tragis anak perempuan berinisial KPC (11) yang tewas di tangan ayahnya sendiri, Rizky Noviyandi Achmad (31) di Jatijajar, Tapos, Depok, menyisakan duka bagi teman sekolahnya. Para pelajar di SDN Sukamaju IX, Cilodong, Depok, menangis histeris mengetahui temannya meninggal dunia.

Tak hanya para siswa, guru-guru SDN Sukamaju IX pun merasa sangat kehilangan sosok KPC. Sosok KPC yang dikenal ceria membuat para guru dan seluruh pelajar berduka.

Seperti diketahui, KPC tewas di tangan ayahnya sendiri pada Selasa (1/11) pagi. KPC dibantai secara sadis oleh sang ayah saat hendak berangkat sekolah.

Perbuatan sadis Rizky Noviyandi Achmad ini tak hanya membuat nyawa sang anak melayang. Istri pelaku juga kritis akibat serang membabi buta Rizky Noviyandi Achmad.

Vera Hari, wali kelas KPC anak kelas 6 SD yang dibunuh ayahnya di Depok.Vera Hari, wali kelas VI A menyebutkan KPC sosok murid yang berprestasi (Foto: Dwi Rahmawati/detikcom)

Teman Sekelas Nangis Histeris

Wali kelas VI A, Vera Hari, mengaku syok saat mendengar kabar kepergian KPC, yang dibantai sang ayah. Siswa lain turut histeris mendengar kabar itu.

"KPC apa pun kegiatan selalu diikuti, dia juga jadi kelompok belajar. Temannya Z itu (pas tahu) sampai pingsan mendengarkan ada kejadian ini," papar Vera saat ditemui di SDN Sukamaju IX, Cilodong, Depok, Kamis (3/11/2022).

Vera mengatakan KPC merupakan anak yang ceria. Bahkan sosoknya dikenal oleh guru dan kelas lain.

"Sama kelas VI B juga bersahabat, jadi mereka sangat terpukul dengan kejadian ini. Dua kelas ini (VI A dan VI B) nangis histeris pas hari kejadian. Jadi saya pun pas dikasih kabar saya nggak bisa ngapa-ngapain. Sepersekian waktu baru saya bisa berpikir, saya menenangkan anak-anak. Bukan hanya saya (yang kehilangan), semua guru," tuturnya.

Baca di halaman selanjutnya: sosok korban di mata guru....

Saksikan juga Blak-blakan: Sehari Bersama Ganjar Pranowo, Bicara Pencitraan Hingga Capres

[Gambas:Video 20detik]






ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT