Baidi Pinjam Bensin Untuk Mengungsi

Kisah Gempa dan Tsunami

Baidi Pinjam Bensin Untuk Mengungsi

- detikNews
Rabu, 19 Jul 2006 06:44 WIB
Cilacap - Gempa tektonik berskala 6,8 skala richter di selatan Bandung telah memicu gelombang tsunami di Pantai Selatan Pulau Jawa. Tak heran banyak warga Jawa Barat dan sekitarnya yang ketakutan sehingga berniat mengungsi.Baidi (55) misalnya. Meski tinggal di daerah yang cukup aman, namun bayangan tsunami Aceh membuatnya ngeri. Ia dan keluarganya pun mengungsi begitu gempa menggoyang.Lelaki paruh baya itu tinggal di daerah Gumilir, Cilacap, Jawa Tengah. Gempa 17 Juli kemarin tidak begitu dirasakan warga di daerah itu. Namun isu tsunami yang akan menenggelamkan seisi kota santer terdengar.Mendengar isu itu, Baidi pun panik. Dengan membawa bahan makanan seadanya dia bersiap meluncur ke rumah saudaranya di Purbalinga, 60 km dari Cilacap, untuk mengungsi. Sayangnya mobil pick up miliknya minim bensin.Alhasil Baidi pun mencari pinjaman bensin, mengingat pom bensin terdekat jaraknya sekitar 1 km dari rumahnya. Dengan berbekal jeriken dan selang air, dia bertamu ke rumah tetangganya, Tomo, untuk meminjam bensin."Dia datang ke rumah saya dan pinjam bensin, 15 literanlah. Dia sendiri yang menyedot bensin dari mobil saya. Katanya mau dikembalikan saat dia pulang," ujar Tomo saat berbincang dengan detikcom, Rabu (19/7/2006).Menurut Tomo, beberapa orang ingin ikut mengungsi bersama keluarga Baidi, tapi permintaan itu ditolaknya. "Mungkin karena takut bebannya bertambah, jadi dia nolak. Sampai sekarang dia belum pulang ke rumahnya," imbuh dia.Tomo dan keluarganya sendiri memilih tetap tinggal di rumah. "Tadinya mau ngungsi, tapi tidak jadi. Soalnya kalau di Cilacap kota kan relatif aman," pungkas dia. (nvt/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads