Kemlu Sampaikan Dukacita Meninggalnya Filep Karma, Imbau Tak Ada Spekulasi

ADVERTISEMENT

Kemlu Sampaikan Dukacita Meninggalnya Filep Karma, Imbau Tak Ada Spekulasi

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 03 Nov 2022 15:50 WIB
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah
Teuku Faizasyah (Foto: dok. Kemlu)
Jakarta -

Aktivis Papua Merdeka Filep Karma ditemukan meninggal dunia di setelah sempat menyelam (diving) di Jayapura. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyampaikan ucapan dukacita atas meninggalnya Filep Karma.

"Kita menyampaikan belasungkawa peristiwa meninggal yang terjadi karena tenggelam saat melakukan diving," kata juru bicara Kemlu Teuku Faizasyah dalam jumpa pers virtual, Kamis (3/11/2022).

Faizasyah berharap tak ada spekulasi mengenai penyebab kematian Filep Karma. Sebab, menurut dia, pihak keluarga telah menjelaskan bahwa Filep Karma meninggal karena kecelakaan saat menyelam.

"Kita juga mencatat bahwa pemakaman sudah dilakukan kemarin, mudah-mudahan penjelasan yang disampaikan oleh pihak keluarga, termasuk dari putri almarhum yang menyebutkan dengan jelas bahwa yang bersangkutan meninggal karena tenggelam bisa memberikan keyakinan bahwa publik bahwa kecelakaan telah terjadi, sehingga tidak bergeser pokok permasalahan dari kecelakaan menjadi perkembangan isu-isu soal itu," kata dia.

Pernyataan Putri Filep Karma

Putri aktivis Papua Merdeka Filep Jacob Semuel Karma, Andrefina, menegaskan bahwa kematian ayahnya murni kecelakaan pada saat menyelam. Dia meminta para simpatisan merelakan kematian ayahnya tersebut tanpa perlu disertai informasi hoax.

"Saya harap masyarakat dan teman-teman pendukung Bapak, kami dari keluarga mau yang terbaik buat Bapak, jadi mari kita relakan kepergiannya," ujar Andrefina di Jayapura, Selasa (1/11).

"Tidak boleh ada lagi isu-isu atau hoax yang beredar karena ini murni kecelakaan. Jadi mohon teman-teman semua tidak perlu ada kekerasan atau isu-isu bahkan demo," sambung Andrefina.

Andrefina mengatakan ayahnya meninggal karena tenggelam. Sebelum meninggal, ayahnya memang pamit untuk pergi menyelam pada Sabtu (29/10).

"Tadi saya sudah ikut visum luar, dan memang berdasarkan visum luar jelas bahwa bapak meninggal karena tenggelam," ujar Andrefina.

Menurut Andrefina, Filep Karma juga sempat berenang bersama salah seorang keluarganya pada Minggu (30/10) pagi. Menurutnya, ayahnya tidak ikut pulang karena menunggu air laut surut sehingga dia bisa menyelam.

"Ada saksi juga dari keluarga juga mengatakan bahwa ketemu dengan bapak pada Minggu pagi sempat berenang bersama-sama tetapi bapak tidak ikut pulang," katanya.

"Karena awalnya pagi mau menyelam karena air naik menunggu air surut. Akhirnya, keluarga pulang sendiri tanpa bapak ikut," katanya.

(lir/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT