29 Jenazah Korban Tsunami Pangandaran Disimpan di Kontainer
Selasa, 18 Jul 2006 22:56 WIB
Pangandaran - Kontainer dengan kapasitas 25 ton bersuhu 40 derajat celcius disiapkan untuk jenazah korban tsunami di Pangandaran, Jawa Barat. Tujuannya agar jenazah tidak mengeluarkan bau busuk."Jika sampai 3 hari keluarga tidak mengambil, jenazah akan dikuburkan, tapi tidak secara massal," ujar Dandim Ciamis Letkol Mulyono saat ditemui di kediaman Susi Pujiastuti, pengusaha udang dan pemilik kontainer, di Pangandaran, Jawa Barat, Selasa (18/7/2006).Kontainer itu bisanya digunakan untuk menyimpan ikan atau udang. Namun Susi merelakan kontainer miliknya digunakan untuk menyimpan mayat untuk sementara.Setelah selesai digunakan, kontainer itu akan dicuci dengan sabun dan disemprot dengan disinfektan."Ini atas usulan dokter agar jenazah jangan samapi menyebarkan penyakit," imbuh Mulyono.Jenazah mulai dimasukkan ke dalam kontainer sejak pukul 19.00 WIB, dan berakhir pukul 20.15 WIB. Sekitar 10 warga dan polisi setempat menyusun jenazah yang telah terbungkus kantong mayat itu satu per satu.4 Di antara 29 jenazah itu adalah warga negara Swedia, Belanda, Arab, dan Pakistan.Pencarian korban pada hari ini dengan menggunakan helikopter berhasil menemukan 5 orang selamat. Mereka ditemukan di Pantai Karang Nini, 5 km dari Pangandaran. Saat ditemukan, mereka terombang-ambing di laut dengan berpegang pada serpihan kayu perahu."Mereka sehat dan sekarang dirawat di RS Banjar," kata Mulyono.Sementara itu proses evakuasi telah dihentikan sementara sejak pukul 18.00 WIB dan akan dilanjutkan kembali esok hari pukul 07.00 WIB.Hingga pukul 18.00 WIB, Data Posko Pengendalian Bencana Pangandaran mencatat 209 orang meninggal, 23.200 mengungsi, di Pangandaran yang hilang 84, sedangkan di Tasikmalaya 20 orang.
(nvt/)











































