72 WNI Siap Berjihad ke Palestina
Selasa, 18 Jul 2006 16:23 WIB
Jakarta - Serangan membabi buta yang terus dilancarkan Israel terhadap Libanon membuat marah seluruh dunia. Tak terkecuali rakyat Indonesia. Sebuah kelompok yang menamakan dirinya Pasukan Bom Jihad Palestina (PBJ) akan memberangkatkan 72 Warga Negara Indonesia (WNI) ke Timur Tengah untuk menyerang obyek vital Israel.Rencana ini terungkap setelah kelompok PBJ melakukan pertemuan dengan Ketua Presidium Asean Muslim Youth Secretary (AMSEC) Suaib Didu. Dalam jumpa pers usai pertemuan mereka di Jl Asembaris, Tebet Jakarta Selatan, Selasa (18/7/2006) hadir 12 orang perwakilan dari PBJ.Mereka mengenakan pakaian hitam dengan penutup wajah berwarna hitam ala teroris. Selama jumpa pers, ke-12 orang yang sebagian mengaku alumni perang Afghanistan itu tidak mengeluarkan sepatah kata pun."Mereka datang kesini untuk mendiskusikan rencana perjuangan mereka ke Palestina," jelas Suaib.Menurut Suaib, AMSEC akan memfasilitasi dan mengarahkan tujuan perjuangan PBJ agar tidak melenceng dari ajaran Al qur'an. "Jangan sampai perjuangan mereka nanti akan merusak nama Islam," ujar Suaib.Ditambahkan dia, dari pertemuan itu diketahui jumlah anggota PBJ yang akan diberangkatkan ke Timur Tengah sebanyak 217 orang. Mereka berasal dari Indonesia sebanyak 72 orang, Filipina 57 orang, Malaysia 36 orang, Thailand 43 orang, Brunei 5 orang, Bangladesh 3 orang dan Singapura 1 orang. 22 diantaranya mengaku pernah berjihad dalam perang di Afghanistan bersama Mujahiddin ketika mengusir Uni Soviet. Cara yang akan dipergunakan PBJ dalam perjuangan mereka nantinya adalah dengan melumpuhkan seluruh obyek-obyek vital milik Israel dan sekutunya Amerika yang berada di seluruh dunia. "Ini bukan bom bunuh diri, tapi bom jihad," tegas Suaib. Meski begitu, Suaib tidak menjelaskan dengan cara-cara seperti apa PBJ akan melancarkan aksinya nanti. "Yang jelas saya sudah meminta mereka untuk tidak melakukan tindakan merusak apapun di bumi Indonesia. Mereka berkomitmen untuk itu," imbuhnya.Kelompok ini nantinya akan berangkat dari negara masing-masing dan akan berkumpul di Palestina atau Libanon untuk bergabung dengan Hamas atau Hizbullah. "Kata mereka, hari ini anggota PBJ dari Malaysia dan Filipina akan memulai perjalanan mereka. Sedangkan anggota dari Indonesia akan segera diberangkatkan dalam waktu segera," urai Suaib.Ditegaskan Suaib lahirnya PBJ ini bukan untuk mengatasnamakan rakyat atau membawa nama pemerintah Indonesia. perjuangan mereka murni panggilan jiwa dan solidaritas karena melihat rakyat Palestina dan Libanon yang terus menjadi korban."Mereka tidak ada hubungannya dengan kelompok-kelompok teroris yang mengacau di Indonesia. Ini semua murni perjuangan untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina dan Libanon," tandasnya.
(bal/)











































