Pangandaran Gelap Gulita
Selasa, 18 Jul 2006 21:46 WIB
Pangandaran - Suasana gelap gulita menyelimuti kawasan pantai barat Pangandaran, Jawa barat, akibat putusnya aliran listrik di daerah tersebut. Pantai barat adalah lokasi yang paling parah terkena terjangan tsunami di Desa Pangandaran.Sejak evakuasi dan pembersihan puing-puing dengan menggunakan alat berat dihentikan sejak Selasa (18/7/2006) pukul 18.00 WIB, suasana di kawasan ini tampak sepi. Namun sesekali masih terlihat kendaraan roda dua melintas.Pertokoan yang berada di sekeliling daerah itu juga tampak tutup. Hanya sebuah mini market yang buka untuk melayani kebutuhan masyarakat sekitar.Suasana berbeda terlihat di Masjid Agung Pangandaran yang menjadi tempat pengungsian. Masjid Agung merupakan tempat pengungsian yang terdekat dengan lokasi bencana. Sekeliling mesjid tampak diterangi temaram lampu, karena di lokasi ini aliran listrik tidak terputus.Di lantai 2 mesjid, 300-an pengungsi yang sebagian besar ibu-ibu dan anak-anak tampak bercengkerama satu sama lain untuk melepas kesedihan yang mereka alami. Di sekitar Mesjid Agung juga banyak berdiri tenda penampungan yang didirikan oleh ormas maupun lembaga-lembaga sosial.Sementara itu kaum pria, baik penduduk, sukarelawan maupun petugas keamanan tampak duduk santai sambil berjaga-jaga."Ya kondisi sekarang sudah aman dan kami tidak takut bahaya tsunami lagi. Semoga tidak ada apa-apa," kata Giman (40) yang ditemui detikcom.Posko penanggulangan bencana juga ramai dikunjungi wartawan yang mencari informasi mengenai jumlah data korban. Selain itu, mobil dan kendaraan pribadi dari berbagai kelompok sukarelawan terparkir di sepanjang jalan di sekitar lokasi pengungsian.
(fjr/)











































