Kisah Partini Ditinggal 2 Anaknya

Kisah Partini Ditinggal 2 Anaknya

- detikNews
Selasa, 18 Jul 2006 19:58 WIB
Banjar - Penantian Partini berakhir duka. Warga Cikembulan, Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat ini tidak pernah menduga bila dalam sekejap, dua orang anaknya akan meninggalkan dia selamanya. Partini datang ke RSUD Banjar, Jalan Rumah Sakit, pukul 14.00 WIB, Selasa (18/7/2006). Dengan menggendong anak keempatnya, Harum (1,5) ia langsung menuju Unit Gawat Darurat (UGD). Ia pun kemudian menanyakan anak kedua Budi Wicaksono ke semua orang yang ada di UGD."Pak lihat Budi Wicaksono gak pak," tanya Partini kepada setiap orang yang dijumpai di UGD RSU Banjar.Seorang perawat kemudian menyarankan Partini melihat ke papan pengumuman. Partini bergegas ke papan pengumuman. Ia kemudian melihat sebuah nama Pudi dari Cikembulan, umur 4 tahun. "Mungkin itu anakku Pak," ujar Partini menunjukkan nama Pudi dari Cikembulan.Perawat kemudian mengajak Partini ke ruangan rawat inap menunjukkan sosok Pudi seperti yang ditulis di papan pengumuman. Partini sambil tetap menggendong anaknya tidak sabar langsung berbegas mengikuti perawat. Sampai di ruangan yang dituju, ia langsung melihat ke dalam, terlihat sosok anak kecil terbaring dengan mulut dipasang alat bantu pernafasan.Partini langsung menjerit histeris seketika melihat anak tersebut. "Duh Gusti anakku kok begitu," ujar Partini histeris.Partini langsung menangis dan seorang ibu mengajaknya duduk di sebuah bangku. Di situ, kemudian Partini bercerita bahwa anak nomor tiga sudah terlebih dahulu meninggal saat tsunami kemarin persis saat tsunami terjadi. Suaminya, beserta anak pertama dan keempat selamat.Ia kemudian menceritakan kejadian saat tsunami datang. Saat itu ia bersama anak bungsunya berada di rumah. Kemudian suaminya yang sedang cuti dari tempat bekerjanya di Semarang mandi ke pantai Pangandaran bersama 3 anaknya. Saat itulah tsunami datang. Suaminya selamat, anak nomor 3 tewas seketika.Setelah menunggu 2 jam, sekitar pukul 16.00 WIB, dokter jaga di RSUD Banjar mengumumkan Budi Wicaksono tidak bisa diselamatkan lagi. Partini pun kembali histeris. (jon/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads