Anggota DPR Minta Polri Usut Temuan 45 Tembakan Gas Air Mata di Kanjuruhan

ADVERTISEMENT

Anggota DPR Minta Polri Usut Temuan 45 Tembakan Gas Air Mata di Kanjuruhan

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 03 Nov 2022 07:23 WIB
Taufik Basari
Taufik Basari (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Investigasi Komnas HAM menemukan adanya 45 kali tembakan gas air mata saat tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, yang menewaskan 135 orang. Anggota Komisi III DPR RI fraksi NasDem Taufik Basari meminta temuan Komnas HAM ditelusuri lebih lanjut.

"Hasil temuan Komnas HAM ini harus diperhatikan dan ditelusuri lebih lanjut. Kedua, hal ini berkaitan dengan kebutuhan akan akuntabilitas penggunaan gas air mata di dalam peristiwa Kanjuruhan," kata Taufik kepada wartawan, Rabu (2/11/2022).

Taufik menilai masyarakat harus mengetahui jumlah personel kepolisian yang membawa gas air mata. Dia meminta penelusuran mengenai gas air mata ini dilakukan secara transparan.

"Masyarakat juga harus tahu berapa personel yang membawa gas air mata, berapa gas air mata yang digunakan dan berapa gas air mata yang tersisa yang tidak digunakan," tutur dia.

"Ini menjadi penting, karena ini juga merupakan satu hal yang harus dijelaskan kepada publik dan ke depan juga harus menjadi bahan evaluasi bahwa setiap tugas yang diberikan harus dapat dipertanggungjawabkan termasuk akuntabilitasnya kepada publik. Itu soal perbedaan jumlah gas air mata," tutur dia.

Taufik berharap tragedi Kanjuruhan ini menjadi bahan pembenahan Polri. Dia juga meminta penanganan tragedi ini dilakukan secara komprehensif.

"Peristiwa tragedi Kanjuruhan ini harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembenahan Polri dan upaya mengembalikan kepercayaan publik kepada Polri. Karena peristiwa Kanjuruhan ini pun juga berkontribusi untuk membuat, atau berkurangnya (kepercayaan) publik kepada Polri," tutur Taufik.

"Karena itu penanganan tragedi Kanjuruhan ini harus dilakukan secara komprehensif, terbuka, transparan dan akuntabel," imbuhnya.

Lebih lanjut, Taufik berharap tak ada yang ditutupi dalam tragedi Kanjuruhan ini. Semua pihak yang bertanggung jawab, kata dia, harus diproses.

"Karena itu, maka tidak boleh satu pun yang ditutup-tutupi. Jangan kemudian ada yang berusaha untuk membela diri bahwa seolah-olah ini kejadian yang bukan luar biasa. Seluruh pihak yang harus bertanggung jawab itu harus diproses, baik itu yang pidananya maupun untuk yang etiknya juga." jelasnya.

Simak temuan Komnas HAM soal 45 tembakan gas air mata pada halaman berikut.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT