5 Pesan RI untuk DK PBB Soal Konflik Timur Tengah

5 Pesan RI untuk DK PBB Soal Konflik Timur Tengah

- detikNews
Selasa, 18 Jul 2006 19:26 WIB
Jakarta - Pemerintah Indonesia mendesak DK PBB menjatuhkan resolusi tegas atas melebarnya konflik bersenjata di Timur Tengah yang dinilai dapat mengancam keamanan global. Ada lima pesan RI untuk PBB."Perlu dilakukan langkah global oleh PBB untuk menghentikan konflik bersenjata dengan intensitas tinggi ini, dan diambil langkah-langkah selanjutnya," kata Presiden SBY di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta (18/7/2006).Hal ini disampaikan dia dalam jumpa pers usai pertemuannya dengan 10 duta besar negara-negara Timur Tengah sore ini. Yakni dubes Palestina, Mesir, Maroko, Libanon, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Suriah, Iran, Turki dan Yordania.Berikut lima pesan Indonesia yang diharapkan mendapat tanggapan positif dari DK PBB:1. Perlu segera dilakukan aksi demiliterisasi berupa gencatan senjata yang disponsori oleh PBB.2. Selanjutnya PBB harus membentuk pasukan pemelihara perdamaian untuk memastikan semua pihak mematuhi gencatan senjata.3. Berikan bantuan kemanusiaan pada penduduk sipil. Indonesia telah menetapkan bantuan senilai US$ 1 juta untuk rakyat sipil Palestina korban konflik.4. Melaksanakan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascakonflik untuk memulihkan sarana publik yang hancur.5. Melanjutkan proses perundingan untuk mencari penyelesaian secara damai."Indonesia bersiap dan menawarkan diri ikut dalam pasukan pemelihara perdamaian tersebut. Indonesia akan menyiapkan kekuatan setingkat batalyon," ucap SBY tentang pesan kedua.Atas lima pesan tersebut, SBY memastikan Indonesia sesuai hak dan kewajibannya selaku anggota PBB akan memperjuangkannya sekuat tenaga agar mendapat dukungan resmi dari PBB. Seorang utusan khusus akan ditunjuk untuk terus menyuarakan sikap dan pandangan Indonesia dalam forum-forum internasional melalui saluran yang tepat."Bila DK PBB tidak dapat menyepakatinya, maka PBB harus menggelar sidang khusus majelis umum. Kita harap DK PBB dapat melaksanakan tugasnya, dibanding harus menggelar sidang khusus majelis umum," ujar SBY.Ditanya mengenai kemungkinan veto dari AS yang jelas-jelas mendukung agresi militer Israel, SBY menyatakan tidak bersedia berandai-andai dan memberikan hipotesis atas sesuatu yang belum terjadi."Saya tentu tidak bisa mengomentari setiap pernyataan kepala negara di dunia ini, siapa pun itu. Sikap dan posisi Indonesia sangat jelas. Fokus upaya kita mendorong PBB dan mengajak masyarakat internasional menyelamatkan jiwa saudara-saudara kita yang tidak berdosa dari konflik yang kian membahayakan tersebut," demikian SBY. (sss/)


Berita Terkait