Target 2007: 17.000 Pemuda Bekerja
Selasa, 18 Jul 2006 19:11 WIB
Jakarta - Pemuda merupakan lapisan terbesar bangsa Indonesia. Hati-hati, pemuda bisa menjadi penghambat pembangunan bila tidak berkualitas.Untuk itu pemerintah pun berupaya memberdayakan para pemuda. Angka pengangguran akan ditekan dengan membekali keterampilan sehingga bisa mandiri hidup di tengah masyarakat. Tahun 2007 ditargetkan sebanyak 15.000 hingga 17.000 pemuda bisa mendapat pekerjaan."Pemuda, yakni yang berusia 15-35 tahun masih banyak yang menganggur. 10,8 juta pemuda menganggur absolut," ujar Deputi III Menpora Sudrajat Rasyid di sela seminar bertajuk "Generasi muda dan pembangunan manusia Indonesia" di Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta, Selasa (18/7/2006).Dikatakan Sudrajat, dari total penduduk Indonesia yang jumlahnya 220 juta jiwa, 70,6 persennya atau sekitar 80,6 juta orang adalah pemuda. Dengan demikian harus benar-benar dijadikan aset untuk menentukan masa depan bangsa.Masalah yang dihadapi pemuda juga sangat kompleks. Antara lain masalah narkotika, pernikahan dini, dan pendidikan. Di pedesaan, para pemuda banyak yang bersekolah hanya selama 7,6 tahun. Sedangkan di kota 10,1 tahun."Padahal ada korelasi positif antara pendidikan dengan tingkat produktivitas ataupun penghasilan," imbuh Sudrajat.Untuk itu, pemerintah pun mengembangkan berbagai kegiatan untuk meningkatkan keterampilan pemuda. Antara lain dengan membentuk Kelompok Pemuda Sebaya (KPS), kegiatan pramuka desa, dan kelompok usaha pemuda produktif."Untuk pemuda yang termasuk anak jalanan juga diarahkan minat dan bakatnya melalui Rumah Olah Mental Pemuda Indonesia (ROMPI)," jelas Sudrajat.Tahun 2006 ini, ditargetkan 10.000 pemuda bisa diberikan pendidikan keterampilan di sentra-sentra kewirausahaan, sehingga bisa turut menumbuhkan lapangan pekerjaan."Pemuda-pemuda di pulau terluar seperti Tanjung Bone dan Malili juga kita arahkan," tandas Sudrajat.
(sss/)











































