Jual Playboy, Pengecer Dibogem Polisi
Selasa, 18 Jul 2006 18:51 WIB
Jakarta - Jika anda agen atau pengecer majalah Playboy, maka anda harus berhati-hati. Bukan untung yang akan diraup, bisa-bisa malah bogem mentah aparat yang mendarat di wajah anda.Kejadian ini menimpa Jaya (38), pengecer koran dan majalah yang menjajakan dagangannya di Jl Ahmad Yani, Jakarta Pusat, Senin 17 Juli 2006 pukul 13.00 WIB.Kisah ini diperoleh detikcom, Selasa (18/7/2006) dari Saragih (45), agen yang biasa menyuplai koran dan majalah bagi Jaya.Jaya yang saat itu sedang menikmati santap siang semangkuk mie di sebuah kedai di dekat lapak miliknya, tiba-tiba didatangi 5 orang aparat kepolisian dari Polres Jakarta Pusat (Jakpus) dan meminta Jaya menyerahkan majalah Playboy yang dia jual untuk disita.Awalnya Jaya mengaku tidak menjual majalah tersebut. Namun 5 polisi berpakaian preman ini langsung mengobrak-abrik lapak milik Jaya, dan menemukan sejumlah majalah berlogo kepala kelinci tersebut.Sontak salah seorang polisi tersebut mendaratkan bogemnya ke wajah Jaya. Sebelumnya polisi tersebut menarik pakaian yang dikenakan Jaya."Mereka tidak berseragam, dan waktu mendapat majalah itu, salah seorang dari mereka langsung mukul Jaya sampai mangkuk mie yang dia makan jatuh ke tanah," cerita Saragih.Si polisi, yang diketahui berinisial S ini, juga meminta Jaya memanggil Saragih untuk dibawa ke kantor Polres Jakpus. Tanpa dipanggil, Saragih yang mengetahui adanya kejadian ini langsung datang ke tempat tersebut sekitar pukul 14.00 WIB.Saragih pun langsung digiring dan dimasukkan ke mobil. Pukul 20.00 WIB Saragih akhirnya dilepaskan, meski dagangan yang dia harap mendatangkan untung malah disita."Kalau Jaya tidak ikut dibawa. Cuma kasihan dia masih kesakitan. Barang saya disita, tapi nggak dikasih surat sitaan," ujarnya prihatin.
(fjr/)











































