Tsunami Aceh Bayangi Istri Nelayan Cilacap
Selasa, 18 Jul 2006 18:16 WIB
Cilacap - Sekitar 200 perahu nelayan di Desa Mertasari, Lengkong, Kecamatan Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap, porak-poranda. Peristiwa ini mengingatkan istri nelayan Cilacap Utara akan tsunami di Aceh.Perahu-perahu itu tampak terlempar sejauh 100 meter dari bibir pantai akibat terjangan ombak tsunami.Pada saat gelombang tsunami datang para nelayan sudah pulang dari melaut dan hanya ada beberapa nelayan saja yang sedang membetulkan jala. Untungnya tidak satu pun nelayan yang tewas atau luka akibat tsunami.Kini sebagian besar perahu itu tidak bisa digunakan melaut lagi, karena banyak bagian yang patah dan pecah. Berdasarkan pemantauan detikcom, Selasa (18/7/2006), posisi perahu saling tumpang tindih. Air pasang di desa ini pun mencapai ketinggian 5 meter dan membuat panik dan trauma warga hingga sekarang."Sampai sekarang istri saya masih di rumah saudara, karena terbayang-bayang dengan tayangan tsunami di Aceh," ujar nelayan setempat, Nakun (29).Bahkan hingga saat ini sebagian besar wanita masih enggan pulang ke kampungnya, karena masih trauma. Perahu yang porak poranda pun hingga kini dibiarkan teronggok di pinggir jalan."Mungkin 2-3 hari lagi kami baru berani membetulkan kapal-kapal yang porak poranda, yang terlempar ke sawah," jelas Nakun.
(ahm/)











































