Telat Deteksi Tsunami, BMG Mengaku Butuh Waktu Menganalisa
Selasa, 18 Jul 2006 17:02 WIB
Jakarta - Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) dikecam habis-habisan karena telat melansir akan terjadinya tsunami di laut selatan Jawa. Namun BMG berdalih keterlambatan tersebut karena masih mempelajari gempa yang terjadi."Kalau untuk memastikan apakah ada tsunami atau tidak, baru akan diketahui pada menit keenam. Tapi untuk memastikan gempa hanya butuh 5 menit," kata Kepala Bidang Gempa Bumi BMG Suharjono di kantornya, Jl Angkasa 1, Jakarta Pusat, Selasa (18/7/2006).Suharjono pun mengaku, mengenai perbedaan besaran kekuatan gempa yang dilansir BMG dan pihak asing, hal itu terjadi karena perbedaan alat. Kalau di Jepang menggunakan satuan magnitude (Mw), sedangkan BMG dengan skala Richter."Tetapi tingkat akurasinya sama kok. Sayangnya masyarakat tidak melihat satuan, tapi hanya melihat angkanya," jelas Suharjono.Selain itu, ungkap dia, dari 400 titik yang dibutuhkan peralatan pendeteksi gempa hingga kini baru tersedia 20 titik saja."Kalau di Jepang sampai ribuan, tiap kilometer mereka punya," tandas Suharjono.
(ahm/)











































