Telat Deteksi Tsunami, BMG Beralasan Alat Terbatas

Telat Deteksi Tsunami, BMG Beralasan Alat Terbatas

- detikNews
Selasa, 18 Jul 2006 16:49 WIB
Jakarta - Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) dikecam habis-habisan karena telat melansir akan terjadinya tsunami di laut selatan Jawa. Namun BMG berdalih keterlambatan tersebut karena masih mempelajari gempa yang terjadi, mengingat peralatan masih belum memadai."Kalau untuk memastikan apakah ada tsunami atau tidak, butuh paling tidak 6 hari. Tapi untuk memastikan gempa hanya butuh 5 menit," kata Kepala Bidang Gempa Bumi BMG Suharjono di kantornya, Jl Angkasa 1, Jakarta Pusat, Selasa (18/7/2006).Suharjono pun mengaku, mengenai perbedaan besaran kekuatan gempa yang dilansir BMG dan pihak asing, hal itu terjadi karena perbedaan alat. Kalau di Jepang menggunakan satuan magnitude (Mw), sedangkan BMG dengan skala Richter."Tetapi tingkat akurasinya sama kok. Sayangnya masyarakat tidak melihat satuan, tapi hanya melihat angkanya," jelas Suharjono.Selain itu, ungkap dia, BMG juga masih kekurangan dalam hal peralatan pendeteksi gempa. Ini terbukti dari 400 titik yang dibutuhkan baru tersedia 20 titik saja."Kalau di Jepang sampai ribuan, tiap kilometer mereka punya," tandas Suharjono. (ahm/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads