Ketemu Anak Istri, Terdakwa Bom Bali II Menangis
Selasa, 18 Jul 2006 16:22 WIB
Denpasar - Cerita sedih mewarnai persidangan bom Bali II dengan terdakwa Dwi Widiyarto alias Wiwid. Wiwid berurai air mata ketika bertemu anak bungsunya yang ditinggal saat masih di rahim istrinya. Ia ditangkap saat istrinya hamil tua. Begitu persidangan usai, Wiwid langsung dipertemukan dengan anaknya Izzulhaq (4,5 bulan), Naning (istri), Pramono (ayah) dan Puji Rahayu (adik) di dalam ruang sidang PN Denpasar, Selasa (18/07/2006) di Jl. Sudirman, Denpasar. Begitu melihat anaknya dalam gendongan istrinya, Wiwid langsung merangkulnya. Ia menciumnya berulang kali. Tak kuasa menahan haru, air mata menetes dari balik kaca minusnya. Setelah merangkul istrinya yang menggunakan jilbab hitam, ia kembali mencium anaknya. Tak lama kemudian, ia bersalaman dengan bapak dan adiknya. Namun kejadian mengharukan itu hanya berlangsung sebentar. Tak banyak kata-kata yang terlontar dari Wiwid dan ayah, istri, dan saudaranya. "Saya berharap suami saya cepat bebas. Saya yakin suami saya tidak bersalah. Dia tidak ikut dalam kelompok Noordin M. Top," kata Naning menangis. Sebelumnya, istri, bapak dan sudaranya menjadi saksi dalam persidangan dirinya. Puji Rahayu menceritakan Wiwid meminjam komputernya yang digunakan untuk mentransfer rekaman pertanggungjawaban bom Bali dari handycam ke CD. Sementara itu, persidangan lainnya juga menghadirkan terdakwa lainnya, yaitu Mohamad Cholily, Anif Solchanudin, dan Abdul Azis.
(asy/)











































