Akibat Tsunami, Susi Khawatirkan Nasib Karyawannya

Akibat Tsunami, Susi Khawatirkan Nasib Karyawannya

- detikNews
Selasa, 18 Jul 2006 15:44 WIB
Ciamis - Rumah Susi Pudjiastuti di Pangandaran, Kabupaten Ciamis, aman dari terjangan tsunami. Meski begitu, pengusaha sukses yang menjadi tokoh masyarakat Pangandaran ini mengkhawatirkan nasib para karyawannya. Pantai Pangandaran tidak pernah terlepas dari kehidupan Susi. Istri Christian ini memang sejak kecil tinggal tidak jauh dari Pangandaran. Bahkan, kesuksesan karirnya sebagai pengusaha hasil laut juga berawal dari pinggir Pantai Pangandaran ini. Setelah berjibaku berdagang hasil laut, terutama udang, kini Susi berada di puncak karirnya. Perempuan berambut pendek ini makin moncer namanya. Usahanya sukses, kekayaannya pun melimpah. Kini, pengusaha tersebut memiliki pabrik ikan dan udang berhektar-hektar. Dia juga memiliki tiga pesawat pribadi. Susi juga dikenal oleh para pejabat dan tokoh nasional. Saat musim kampanye 2004 lalu, nyaris semua calon presiden menemuinya. Gelombang tsunami, Senin (17/7/2006) kemarin, membikin hatinya terenyuh. Bagaimana tidak, kampung halamannya itu kini porak poranda. Para karyawannya dan para nelayan yang menjadi partner-nya juga menjadi korban tsunami ini. Rumah Susi yang berada di seberang Masjid Pangandaran, aman-aman saja, tidak terkena gelombang air laut. Rumah Susi terletak 1 KM dari bibir pantai Pangandaran. Dan air laut yang menggenangi daratan terhenti 300 meter menjelang rumah Susi. Bagaimana kejadian tsunami ini menurut Susi? Berikut wawancara wartawan detikcom dengan Susi. Wawancara dilakukan di rumah Susi yang luas dan cukup mewah itu. Di kompleks rumahnya, ada sejumlah bungalow, ada restoran, dan juga ada pabrik udang. Saat kejadian, ibu ada di mana? Saya lagi di Medan. Saya langsung terbang dari sana setelah mendengar kabar itu, sekitar jam 19.30 WIB. Pesawat saya landing sekitar pukul 03.00 WIB. (Susi memiliki runway di Pangandaran untuk take off dan pendaratan pesawat pribadinya). Mendengar kabar ada tsunami dari mana?Dari kolega, dari karyawan. Saya percaya tidak percaya mendengar kabar itu. Saya pikir bergurau. Setelah saya tahu kabar itu benar, saya sempat bingung, memikirkan keluarga bagaimana. Pertama kali, saya cari bapak, karena sudah beberapa bulan tidak ketemu. Ada pejabat nasional yang telepon ibu?Pertama-tama, ya Pak Sarwono, Pak Hatta Rajasa, dan Pak Erry. Mereka menelepon soal apa?Apa benar kejadian (tsunami) itu, keluarga bagaimana. Kawan-kawan sekolah juga pada telepon menanyakan hal yang sama Bagaimana dampak tsunami buat Pangandaran?Pengaruhnya terhadap pariwisata Pangandaran. Saya tidak tahu, sepertinya berhenti dulu. Ada tsunami, orang jadi takut. Sementara ya susahKondisi keluarga bagaimana? Keluarga Alhamdulillah selamat. Tapi, nelayan dan karyawan saya, saya belum tahu nasib mereka. (Wawancara terhenti, karena Ibu Susi menerima telepon dari seseorang dan kemudian pergi). +++++++Setelah Susi pergi, detikcom berbincang-bincang dengan H Harlan (74), ayah kandung Susi. Berikut sebagian perbincangan dengan pria yang sudah sepuh ini: Bu Susi sekarang punya berapa pesawat?Ada 3 pesawat untuk melanjutkan usaha dalam bidang ikanPendapatan per bulan bagaimana?Saat ini, pendapatan kita dalam lima bulan hanya 75 ton (ikan dan udang). Kalau dulu, biasanya 75 ton 1 bulan. Ya ini, karena bencana kekeringan, kenaikan BBM, dan tsunami sekarangBagaimana, usaha ibu membantu warga yang menjadi korban tsunami? Kita sudah membuat posko, menyalurkan obat-obatan dan makanan untuk para pengungsi. Kesulitan apa yang ditemui?Belum ada, kita mengusahakan semuanya. (asy/)


Berita Terkait