Ada Ancaman Krisis, Waket MPR Dorong Sinergi Semua Pihak Cegah Stunting

ADVERTISEMENT

Ada Ancaman Krisis, Waket MPR Dorong Sinergi Semua Pihak Cegah Stunting

Arief Budiman - detikNews
Selasa, 01 Nov 2022 19:19 WIB
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menilai langkah strategis yang konsisten dan terukur untuk menurunkan angka prevalensi stunting harus segera direalisasikan. Hal ini untuk mengakselerasi pencapaian prevalensi stunting 14% pada 2024 di tengah potensi dampak krisis global di Tanah Air.

"Catatan prevalensi stunting di Tanah Air memang memperlihatkan kecenderungan turun pada beberapa tahun terakhir, namun potensi ancaman dampak sejumlah krisis global harus diantisipasi dengan langkah-langkah strategis agar kebutuhan gizi keluarga tetap terpenuhi," kata Lestari Moerdijat dalam keterangannya, Selasa (1/11/2022).

Berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, lanjutnya, prevalensi stunting balita Indonesia mencapai 24,4% pada 2021. Serta berdasarkan kategori prevalensi stunting yang dibuat Badan Kesehatan Dunia (WHO), capaian Indonesia itu termasuk kategori prevalensi stunting menengah (20%-29%).

Di tengah potensi ancaman dampak krisis global saat ini, pemerintah menargetkan penurunan angka prevalensi stunting berlanjut, hingga tercatat 14% pada 2024.

Menurut wanita yang akrab disapa Rerie ini, berbagai langkah strategis harus segera direalisasikan lewat pemanfaatan sejumlah sumber daya yang dimiliki setiap daerah dalam pemenuhan gizi seimbang bagi setiap keluarga.

Lebih lanjut, Rerie menjelaskan kesiapan setiap pemangku kepentingan di pusat dan daerah harus dipastikan agar strategi yang telah dirancang dapat berjalan sesuai rencana.


Anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu mendorong semua pihak kementerian dan lembaga, serta masyarakat bahu membahu lewat kolaborasi yang baik untuk merealisasikan pemenuhan gizi seimbang bagi setiap keluarga.

Selain itu Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berpendapat perlu sebuah gerakan yang masif untuk mengakselerasi pemenuhan gizi seimbang pada setiap anggota keluarga di Indonesia agar target prevalensi stunting nasional tercapai.

Ia pun juga menuturkan pencapaian prevalensi stunting 14% pada 2024 bukanlah hal yang mudah. Tanpa gerak bersama dari semua pihak, maka sulit untuk mewujudkannya.

Simak juga 'Jokowi Siapkan Rp 169 T untuk Tangani Pandemi-Stunting di 2023':

[Gambas:Video 20detik]



(akn/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT