Ruki Segan Tagih Janji ke SBY
Selasa, 18 Jul 2006 14:24 WIB
Jakarta - Rentetan bencana alam yang melanda Tanah Air, membuat Ketua KPK Taufiequrrachman Ruki segan menagih realisasi janji-janji Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Padahal, ini berarti menambah tinggi tumpukan PR-nya. "Anda bayangkan saya musti bicara dengan seorang Kepala Negara yang sedang pikirkan bencana Tsunami. Padahal yang dibawa Ruki itu pasti masalah. Rasanya nggak mentholo (tak tega)," kata Ruki usai diterima SBY di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (18/7/2006). Salah satu 'tagihan' KPK adalah rencana menggelar rapat koordinasi pemberantasan korupsi antarpimpinan lembaga terkait secara rutin. Janji yang dikemukakan Presiden beberapa bulan lalu tersebut terbengkalai, akibat kesibukan menangani berbagai masalah yang terus berkembang. "Rakor KPK dengan Ketua BPK dan Jaksa Agung bisa rutin. Tapi yang dengan Presiden bersifat terpisah, hari ini pun nyaris tidak jadi. Tapi komunikasi kami per telepon lancar," ungkap Ruki. 'Tagihan' berukutnya adalah penandatanganan nota kesepakatan kerja sama pemberantasan korupsi antara KPK dengan sejawatnya dari Korea Selatan. Seharusnya rencana tersebut direalisasikan sekaligus dalam rangkaian kunjungan kenegaraan SBY ke sana. "Tapi ini sudah dua kali ditunda, karena lawatan beliau juga ditunda. Jadi tadi saya minta izin untuk bisa menandatanganinya sendiri. Ini juga yang akan kita lakukan dengan Cina akhir tahun ini," urai Ruki. Atas permintaan tersebut, Presiden menurut Ruki mempersilakannya. Akan diusahakan agar penandatanganan dilakukan di Jakarta sehingga SBY tetap bisa menyaksikannya langsung.
(asy/)











































