JK Tawarkan Indonesia Jadi Mediator Israel-Palestina

JK Tawarkan Indonesia Jadi Mediator Israel-Palestina

- detikNews
Selasa, 18 Jul 2006 13:00 WIB
Jakarta - Wapres Jusuf Kalla menawarkan Indonesia menjadi mediator perdamaian Israel dengan Palestina dan negara Islam lainnya. "Tadi Bapak Wapres juga lebih konkret mengusulkan perdamaian dikehendaki oleh kedua belah pihak dan pemerintah Indonesia menawarkan untuk menjadi mediator," ujar Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin usai bertemu Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (18/7/2006).Din datang menghadap Wapres bersaama pengurus lainnya untuk membuka Rakernas MUI di Jakarta pada 23-25 Juli mendatang.Menurut Din, langkah Wapres dinilai tepat untuk mewujudkan perdamaian Israel dengan negara-negara Islam. Hal itu juga sesuai dengan mukadimah UUD 1945 untuk mengeyahkan penjajahan di muka bumi dalam rangka menciptakan perdamaian.Ditambahkan dia, Indonesia dapat menjadi mediator untuk melakukan pendekatan melalui OKI dan PBB karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.Menyangkut keinginan jihad dari berbagai kelompok, MUI meminta tidak dilakukan karena situasi di Palestina dan Libanon adalah medan perang yang harus memiliki kemampuan berperang dan memiliki senjata.Din membandingkan rakyat Palestina yang berjumlah 2 juta orang yang berada di perantauan saja tidak kembali ke kampung halamannya untuk melakukan perang. Oleh karenanya MUI mengimbau agar rakyat memberikan bantuan berupa materiil, logistik dan obat-obatan."Tapi yang paling penting adalah doa. Kekuatan doa inilah yang paling memberikan bantuan," jelas Din.Menanggapi langkah Presiden SBY yang siang ini akan mengumpulkan dubes Timur Tengah di kantor Presidan, Din menilai sebagai langkah yang tepat. "Kami menghargai prakarsa pemerintah Indonesia yang mengumpulkan dubes negara Islam karena dituntut adanya persatuan, persamaan dan visi, pandangan dari negara Arab sendiri. Karena kalau ada perbedaan pandangan maka perdamaian sejati dan abadi tidak akan tercapai," ujar dia. (san/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait