RS Banjar Kurang Obat, Korban Tsunami Dirawat di Selasar
Selasa, 18 Jul 2006 12:44 WIB
Banjar - Korban luka tsunami terus berdatangan ke RS Banjar. Hingga sekarang sudah ada 88 korban yang dirawat di RS ini. Karena ruang perawatan penuh, banyak korban yang dirawat di selasar RS. Karena banyaknya pasien, RS kekurangan obat. Pemantauan detikcom, Selasa (18/7/2006) pukul 12.30 WIB, situasi di RS ini masih hiruk pikuk. Para keluarga pasien juga memadati RS utama yang ada di Kotamadya Banjar, daerah yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Ciamis ini. Korban-korban luka yang dirawat di RS ini, sebagian besar berasal dari Kecamatan Kalipucang yang berada di kawasan Pantai Pangandaran, Kabupaten Ciamis. Rata-rata, mereka mengalami luka memar, luka bengkak, dan patah tulang. Para korban dievakuasi ke RS ini dengan menggunakan ambulans sejak Senin malam hingga Selasa siang ini. Mereka mengalami patah tulang dan memar, karena tergulung ombak dan terbentur reruntuhan bangunan, saat tsunami terjadi. Dengan makin banyaknya pasien, maka sebagian korban dirawat di selasar RS. Mereka tetap berbaring dengan menggunakan ranjang dan kasur yang memang khusus untuk pasien. Koordinator Komunikasi Pusat Informasi Bencana Pangandaran RSU Banjar, Krisna, mengaku saat ini pihaknya sangat kekurangan obat-obatan. "Bantuan obat-obatan belum datang. Teman-teman yang mengurus warga di tempat pengungsian juga kekurangan obat," keluh Krisna. Selain obat-obatan, pihaknya juga kekurangan bahanan makanan dan air bersih. "Para pengungsi di pegunungan sangat membutuhkan makanan dan air bersih untuk minum," pinta dia.
(asy/)











































