Menag Konfirmasi soal Saudi Masih Wajibkan Vaksin Meningitis

ADVERTISEMENT

Menag Konfirmasi soal Saudi Masih Wajibkan Vaksin Meningitis

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Selasa, 01 Nov 2022 11:26 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas
Menag Yaqut Cholil Qoumas (Dwi Rahmawati/detikcom)
Jakarta -

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas masih mengkonfirmasi soal kabar Arab Saudi masih mewajibkan vaksinasi meningitis bagi jemaah Indonesia. Yaqut mengatakan ada pernyataan berbeda yang disampaikan pihak Saudi.

"Nggak, itu kita masih mengkonfirmasi. Karena berbeda pernyataan Menteri Haji ketika di sini dan peraturan yang ada di sana. Kita sedang mengkonfirmasi yang mana ini yang benar. Gitu aja," kata Yaqut kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (1/11/2022).

Yaqut mengatakan saat ini pemerintah Indonesia masih menunggu kabar pasti dari Saudi. Di sisi lain, dia memastikan ketersediaan stok vaksin meningitis di Indonesia.

"Vaksin sudah ada," ujar Yaqut.

Dikutip dari Antara News, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sebelumnya masih mewajibkan vaksinasi meningitis bagi jemaah umrah Indonesia yang akan pergi ke Tanah Suci.

"Mendapatkan vaksinasi meningitis adalah wajib bagi jamaah haji yang datang dari Indonesia," demikian keterangan resmi dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dilansir Antara.

Pernyataan tersebut mengklarifikasi informasi yang disampaikan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq Fawzan Muhammed Alrabiah saat menggelar pertemuan dengan Menteri Agama Indonesia pekan lalu di Jakarta.

Sebelumnya disebutkan bahwa Arab Saudi mencabut persyaratan kesehatan bagi jemaah umrah Indonesia seperti vaksin meningitis dan vaksin COVID-19.

Namun pernyataan terbaru Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menyatakan hanya vaksin COVID-19 yang tidak diperlukan lagi bagi jemaah yang akan pergi ke Tanah Suci. Sementara itu, vaksinasi meningitis masih diwajibkan bagi jamaah umrah asal Indonesia.

"Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi telah memastikan bahwa jamaah haji yang berasal dari Republik Indonesia wajib mendapatkan vaksin meningitis sebelum datang ke Arab Saudi," bunyi pernyataan tersebut.

Saat kunjungannya ke Indonesia, Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq Alrabiah menjelaskan ada sejumlah kemudahan yang diberikan kepada jemaah umrah Indonesia.

Pertama, Saudi telah menghapus syarat mahram bagi jemaah perempuan. Kedua, masa berlaku visa umrah diperpanjang hingga 90 hari dari yang sebelumnya 30 hari.

Ketiga, visa umrah bisa digunakan untuk mengunjungi seluruh wilayah Saudi, tidak hanya untuk ke Mekah dan Madinah. Selain itu, Arab Saudi tidak menerapkan pembatasan usia bagi jemaah umrah Indonesia.

(knv/tor)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT