Tak Cium Bahaya Tsunami, BMG Harus Dirombak
Selasa, 18 Jul 2006 11:46 WIB
Jakarta - Kegagalan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) mencium bahaya tsunami setelah gempa dahsyat pada Senin (17/7/2006) kemarin membuat anggota Komisi V DPR Aboe Bakar Al Habsyi gemas. Kinerja BMG harus diperbaiki secara total."BMG harus diperbaiki secara total agar informasi yang dikeluarkannya akurat karena ini terkait dengan nyawa manusia," kata Aboe di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (18/7/2006).Pada Senin 17 Juli, BMG melansir gempa dengan kekuatan antara 5,5 SR hingga 6,8 SR. Namun tidak ada peringatan adanya tsunami yang keluar, mengingat ciri-ciri bahaya tsunami sudah ada, yaitu pusat gempa di laut dan kekuatannya di atas 6,5 SR. Peringatan tsunami justru disampaikan oleh Pacific Tsunami Warning Center (PTWC) dan BMG Jepang. Kedua lembaga ini mencatat gempa di Pangandaran berkekuatan 7,2 hingga 7,7 SR.Menurut Aboe, dana yang diberikan kepada BMG sudah cukup. "Tetapi untuk memperbaiki kinerja ke depan, Komisi V siap mem-back up asalkan kinerjanya lebih baik," ujarnya.Ini kesalahan teknologi atau SDM-nya? "Dua-duanya. Teknologi terbatas dan SDM-nya perlu di up grade," jawab Aboe.Menurut dia, Ketua BMG Sri Woro B. Harijono harus menciptakan SDM yang handal karena bangsa Indonesia akan terus terancam gempa bumi mengingat posisinya ada di atas lempengan bumi.
(aan/)











































