Tanpa Makanan, Warga Pantai Ayah Bertahan di Pengungsian
Selasa, 18 Jul 2006 11:31 WIB
Kebumen - Warga Desa Logending, Kecamatan Ayah, Kebumen masih takut kembali ke rumah masing-masing. Mereka bertahan di pegunungan dengan tenda plastik.Warga Desa Logending yang bertahan di tempat pengungsian, sekitar 1 km dari desa, sedikitnya berjumlah 500 orang. Mereka mengaku masih takut dan trauma dengan bencana tsunami yang melanda desa mereka kemarin sore. Desa Logending memang berada di bibir Pantai Ayah.Para pengungsi itu bertahan dengan peralatan seadanya. Tenda-tenda yang didirikan juga hanya terbuat dari bahan plastik. Terik matahari sangat terasa di dalam tenda.Tidak banyak barang dan bekal yang bisa dibawa pengungsi. Kondisi itu semakin memprihatinkan karena belum adanya bantuan makanan. Sejak pagi tadi, mereka baru mendapatkan bantuan air minum."Waktu tsunami datang ombak setinggi pohon kelapa. Ada dua kali. Tapi yang besar, terjadi pada pukul 16.30 WIB," kata Karsan (50) salah seorang warga Logending.Ombak besar itu menghantam dan merusak rumah penduduk. Puluhan perahu nelayan juga banyak yang tak berbentuk lagi karena terhempas ke daratan. Sebagian malah hilang terseret ombak ke laut lepas.Saat tsunami datang, Karsan langsung lari ke bukit. Semua warga desa saat itu sibuk menyelamatkan diri masing-masing. Tidak banyak barang yang bisa atau sempat diselamatkan. Termasuk juga bahan makanan."Kita sekarang banyak yang kelaparan. Sebab sejak tadi pagi belum ada bantuan makanan baru air minum saja," tutur Karsan.
(djo/)











































