Mengenal 6 Sosok Inspiratif Peraih SATU Indonesia Awards 2022 Astra

ADVERTISEMENT

Mengenal 6 Sosok Inspiratif Peraih SATU Indonesia Awards 2022 Astra

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Senin, 31 Okt 2022 17:05 WIB
6 Sosok Inspiratif Peraih SATU Indonesia Awards 2022
Foto: Astra International
Jakarta -

PT Astra memberikan penghargaan kepada enam sosok muda inspiratif di ajang 13th SATU Indonesia Awards 2022. Para penerima apresiasi dinilai memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan masyarakat dalam bidang, kesehatan, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, teknologi serta satu kategori kelompok yang mewakili kelima bidang tersebut.

"Melalui SATU Indonesia Awards kami berharap, pemuda pemudi Indonesia terus semangat bergerak dan tumbuh bersama untuk memberikan dampak positif yang lebih besar kepada pembangunan di daerahnya. Kami percaya, generasi muda memegang peranan penting dalam mempercepat pembangunan Indonesia," jelas Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro dikutip dalam keterangan tertulis, Senin (31/10/2022).

Keenam penerima penghargaan itu merupakan hasil penyaringan dari total 13.459 peserta yang mendaftar 13th SATU Indonesia Awards 2022. Berikut ini daftar dan profil enam penerima penghargaan dari Astra.

1. Justitia Avila Veda (Bidang Kesehatan)

Wanita asal Jawa Barat itu menginisiasi program 'Sahabat Korban Kekerasan Seksual'. Pada Juni 2020, Veda menawarkan bantuan konsultasi kasus kekerasan seksual lewat cuitan di akun Twitter miliknya. Bersama rekannya, Veda pun mulai memberikan konsultasi online. Mereka menginisiasi Kolektif Advokat untuk Keadilan Gender (KAKG).

Selain konsultasi online, KAKG mendampingi klien yang membutuhkan dalam persidangan di seluruh wilayah Indonesia. Hingga saat ini, Veda dan kawan-kawannya telah menerima lebih dari 150 aduan. Sekitar 80% di antaranya merupakan kasus kekerasan yang berkaitan dengan teknologi. Layanan konsultasi mereka bisa diakses melalui media sosial Instagram dan TikTok KAKG.

2. Bhrisco Jordy Dudi Padatu (Bidang Pendidikan)

Pemuda Papua Barat itu mencetuskan program 'Penyuluh Pelita dari Pulau Mansinam'. Sejak tahun 2022, setiap minggu anak-anak di Pulau Mansinam, Papua Barat belajar beragam hal mulai dari membaca, menulis, berhitung, teknologi digital hingga dampak perubahan iklim sambil bermain bersama dengan sekelompok anak muda melalui Papua Future Project.

Bhrisco hendak mengikis ketimpangan pengetahuan antara anak-anak di kota dan di pelosok Papua Barat. Pulau Mansinam hanya memiliki satu sekolah dasar (SD). Lantaran mayoritas guru tinggal di Manokwari, rata-rata setiap hari sekolah mulai pukul 09.00 dan selesai pukul 12.00. Bhrisco ingin lebih banyak lagi anak Papua yang tersentuh oleh programnya.

3. David Hidayat (Bidang Lingkungan)

David yang berasal dari Sumatera Barat mencetuskan program 'Penjaga Laut dari Pesisir Selatan'. Program itu berangkat dari kegelisahan David akan kerusakan wilayah pesisir di Nagari Sungai Pinang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat yang menyebabkan masyarakat kehilangan banyak potensi alam daerah itu.

Tergerak untuk memperbaiki alam daerahnya, David memprakarsai ANDESPIN Dee West Sumatra, sebagai akronim dari Anak Desa Sungai Pinang. Program tersebut mendorong warga setempat untuk menanam kembali terumbu karang, mangrove, serta menangkar penyu dan membudidayakan rumput laut.

ANDESPIN Dee West Sumatera yang bergiat sejak 2014 sudah mencakup wilayah yang sudah dikonservasi mencapai 70% dari target. Masyarakat setempat mulai mendapatkan manfaat dari program ini, salah satunya dapat kembali mencari kepiting bakau. Sejak 2020, David mengembangkan usaha batik dan kopi mangrove.

4. Alfira Oktaviani (Bidang Kewirausahaan)

Alfira sebagai pencetus program 'Pelestari Kain Lantung Bengkulu' memiliki Kecintaan pada fesyen dan seni. Ia tergerak berwirausaha dan belajar ecoprint yang masuk ke Indonesia pada 2016. Sejak 2018 dia mendirikan Semilir Ecoprint untuk memperkenalkan fesyen ramah lingkungan yang menerjemahkan bentuk dan warna daun asli ke media kain melalui kontak langsung.

Melalui produknya, Alfira mengeksplorasi kekayaan flora Indonesia sebagai wujud lain pelestarian budaya dan alam. Bersama sekelompok ibu-ibu yang membantunya, Alfira membuat berbagai jenis aksesori dan kerajinan seperti tas, dompet, selendang. Salah satu andalannya adalah produk dari bahan kulit kayu lantung khas Bengkulu. Alfira ingin memperkenalkan pesona kulit lantung kepada dunia.

5. Paundra Noorbaskoro (Bidang Teknologi)

Pemuda asal Jawa Timur itu menginisiasi program 'Pembudidaya Udang Ramah Lingkungan berbasis Teknologi'. Pada tahun 2018 Paundra bersama tiga temannya memulai usaha tambak udang vaname di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur dengan memanfaatkan lahan-lahan tidak produktif.

Sempat gagal pada beberapa tahun pertama, mulai tahun 2020 Paundra berinisiatif memanfaatkan Internet of Things (IoT) untuk mengontrol kondisi kolam dan kualitas air. Sejak awal 2022 data tambak dicatat dan diolah menggunakan aplikasi yang dia kembangkan sendiri. Untuk mengendalikan limbah dia membangun sistem smart farm village dengan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di Kabupaten Pacitan dan Trenggalek.

Tambak berbasis data ini berbuah manis. Saat ini Paundra mengoperasikan 20 kolam budidaya udang vaname dengan luas total 10 ribu meter.

6. Alvinia Christiany (Kategori Kelompok)

Alvinia asal DKI Jakarta menginisiasi program 'Pejuang Teman Autis'. Melalui Teman Autis, Alvinia dan timnya menciptakan wadah edukasi untuk mempermudah orang tua maupun masyarakat umum dalam mendampingi anak-anak autis. Mereka ingin lebih banyak orang yang sadar bahwa autis bukanlah sebuah penyakit namun kondisi spesial yang membutuhkan pendampingan dan arahan khusus.

Teman Autis sudah memiliki lebih dari seratus mitra termasuk klinik, tempat terapi dan sekolah. Mereka juga membagikan informasi tentang autisme melalui website www.temanautis.com.

Adapun para penerima apresiasi 13th SATU Indonesia Awards 2022 tingkat nasional mendapat dana bantuan kegiatan Rp 65 juta dan pembinaan kegiatan yang dapat dikolaborasikan dengan kontribusi sosial berkelanjutan Astra, seperti Kampung Berseri Astra dan Desa Sejahtera Astra. Selain enam penerima apresiasi SATU Indonesia Awards tingkat nasional, terdapat juga 66 penerima apresiasi tingkat provinsi. Total jumlah penerima apresiasi SATU Indonesia Awards hingga tahun ini mencapai 565 orang, yang terdiri dari 87 penerima apresiasi tingkat nasional dan 478 penerima apresiasi tingkat provinsi.

Selain enam pemenang, ada pula uga finalis favorit, yaitu Eko Saputra Poceratu dari Maluku dengan program 'Gerilyawan Sastra Digital dari Maluku'. Pemilihan finalis favorit dilakukan melalui voting pada periode 17-23 Oktober 2022 melalui https://www.satu-indonesia.com/SIA2022vote/. Peserta favorit mendapatkan dana pembinaan sebesar Rp 10 juta.

Adapun dewan juri 13th SATU Indonesia Awards 2022 terdiri dari Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. Nila Moeloek, Dosen Ilmu Lingkungan Pascasarjana Universitas Indonesia Prof. Emil Salim, Rektor Universitas YARSI dan Guru Besar Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta Prof. Fasli Jalal, Pendiri Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan Ir. Tri Mumpuni, Pakar Teknologi Informasi Onno W. Purbo. Ada pula Direktur Utama PT Tempo Inti Media Tbk Arif Zulkifli, pegiat seni Dian Sastrowardoyo, Founder Young On Top Billy Boen, Head of Corporate Communications Astra Boy Kelana Soebroto, Head of Environment & Social Responsibility Astra Diah Suran Febrianti.

Sebagai informasi, rangkaian kegiatan awarding 13th SATU Indonesia Awards 2022 yang bertajuk 'Collaborating in Harmony' menampilkan hasil kolaborasi antara para penerima penghargaan bersama sosok-sosok inspiratif yang menjadi kebanggaan bangsa pada Kamis dan Jumat (27-28/10). Kegiatan diawali dengan beberapa rangkaian aktivitas, seperti Art Exhibition oleh seniman disabilitas yaitu KitaOneUs, Astra Disability Connection Program yaitu Difabisa, dan perupa asal Indonesia Revoluta S.

Selanjutnya terdapat live illustration bersama ReplayRepliy, Live Experience Paint in Thrift bersama Hana Madness untuk meningkatkan awareness masyarakat terkait dengan limbah fashion, dan kelas Latte Art bertajuk 'Seni Kopi Sunyi' bersama tunarungu dari Kopi Tuli.

Kemudian ada juga rangkaian Young Entrepreneur Showcase yang menghadirkan karya dari para penerima apresiasi SATU Indonesia Awards bidang Kewirausahaan, UMKM binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra, finalis Astra Startup Challenge, dan produk lokal lainnya.

Dilanjutkan dengan sesi bincang inspiratif dalam AstraTalks yang menghadirkan publik figur Ario Bayu, Adinda Thomas, pegiat industri kreatif Mochtar Sarman, penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2016 bidang kewirausahaan Ahmad Sobirin, penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2017 bidang kewirausahaan Anjani Sekar Arum, dan penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2019 bidang kewirausahaan Nurman Farieka.

Acara disemarakkan penampilan akustik dari violinist Ava Victoria & Friends, Rona Mentari dan Arie Kriting, serta penampilan kolaborasi dari musisi tanah air seperti RAN bersama pianis tunanetra Michael Anthony dan Trio Drummer bersama Ayu Rika Putri.

(ncm/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT