Tanpa Listrik dan Minim Makanan

Pengungsi Pangandaran

Tanpa Listrik dan Minim Makanan

- detikNews
Selasa, 18 Jul 2006 10:00 WIB
Pangandaran - Dingin, listrik mati dan minim makanan. Begitulah kondisi para korban selama bencana tsunami di Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat.Keadaan tersebut semakin menambah penderitaan para korban, khususnya perempuan dan anak-anak. Mereka tampak kelelahan setelah semalaman dicekam ketakutan terkena gelombang tsunami.Dalam keadaan tersebut tidak banyak yang bisa mereka lakukan. Bahkan, beberapa orang pengungsi tampak memakan mie instan yang mereka temukan tercecer di jalanan mentah-mentah.Minimnya makanan juga dirasakan oleh para relawan kemanusiaan dan para wartawan yang melakukan peliputan. Mereka terpaksa bekerja dengan perut kosong."Tadi ada tukang nasi bungkus datang langsung ludes. Satu bungkus nasi dengan lauk sebutir telur asin dijual Rp 5.000," kata seorang wartawan media cetak.Kondisi lain yang sedikit menyulitkan tugas wartawan adalah matinya aliran listrik. Mereka kebingungan mencharge baterai handphone. Satu-satunya tempat untuk memperoleh listrik adalah di kantor Telkom di Desa Pananjung. Listrik di kantor Telkom ini berasal dari sebuah mesin genset.Sementara itu, sejumlah warga Pangandaran secara berombongan tampak meninggalkan desa mereka. Belum jelas ke mana mereka akan pergi. Mereka semua berjalan kaki karena tidak ada angkutan apa pun. (djo/)



Berita Terkait