Korban Tsunami Pangandaran Mayoritas Anak-anak dan Remaja

Korban Tsunami Pangandaran Mayoritas Anak-anak dan Remaja

- detikNews
Selasa, 18 Jul 2006 08:46 WIB
Pangandaran - Kisah duka menimpa warga Pangandaran dan sekitarnya. Gempa yang disusul gelombang tsunami menghancurkan impian daerah ini sebagai tempat favorit tujuan wisata.Hingga berita ini diturunkan pukul 09.10 WIB, Selasa (18/7/2006), di daerah tersebut setidaknya 65 korban telah jatuh. Mayoritas korban adalah anak-anak dan remaja.Ade Iskandar, warga setempat, kepada detikcom menuturkan, sebagian besar korban anak-anak dan remaja karena pada saat bencana terjadi mereka sedang bermain di bibir pantai."Biasanya kalau sore begitu anak-anak dan pemuda banyak yang surfing dan main bola di pantai," kata Ade.Ade mendapatkan informasi bahwa di Desa Pananjang, Kecamatan Bulak Laut, Pangandaran, Ciamis, terdapat sekitar 40 orang yang hilang.Saat ini terlihat beberapa warga yang mencoba pulang ke rumah masing-masing guna menyelamatkan harta benda untuk dibawa ke tenda pengungsian yang terletak di halaman Masjid Agung, Pangandaran.LambatAde juga memprotes tim evakuasi yang terlalu lamban bekerja. Tim evakuasi diilainya melakukan acara seremonial terlalu lama sebelum membantu korban. Seremonial itu misalnya rapat koordinasi antartim relawan dari Muspida, TNI/Polri, tim SAR, dsb."Dikira ini apa! Ini kan bencana, pertolongan harus segera dilakukan," kata Ade.Selain itu bapak dua anak ini juga mengeluhkan belum tibanya bantuan alat berat dari pemda atau instansi terkait lainnya. Padahal untuk mengevakuasi korban, alat tersebut sangat dibutuhkan. "Saya sejak pukul 05.00 WIB sudah meminta alat berat diterjunkan. Harusnya alat berat dipakai, mungkin saja di timbunan reruntuhan itu ada mayat," tegas Ade. (ahm/)


Berita Terkait