Di #DemiIndonesia Anies Bicara Hikmah Sumpah Pemuda Satukan Bangsa Indonesia

ADVERTISEMENT

#DemiIndonesia

Di #DemiIndonesia Anies Bicara Hikmah Sumpah Pemuda Satukan Bangsa Indonesia

Wildan Noviansah, Anggi Muliawati, Silvia Ng - detikNews
Sabtu, 29 Okt 2022 21:30 WIB
Jakarta -

Anies Baswedan ikut meramaikan acara gerakan #DemiIndonesia. Anies bicara soal hikmah Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober.

"Ke depan skala makro apa yang menjadi tantangan bagi kita, kita memperingati Sumpah Pemuda. Menjadi Indonesia, menjadi Indonesia dalam artian sebuah bangsa," kata Anies dalam acara #DemiIndonesia yang digelar di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, Sabtu (29/10/2022).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan bagi generasi baru Indonesia, level percakapan terbagi dua yakni soal isu nasional yang masuk kategori skala makro dan isu pribadi yang masuk skala mikro.

Anies lalu menjelaskan soal proses pembentukan Indonesia sebagai negara setelah semua bangsa menyatakan bersatu usai ada momen Sumpah Pemuda.

Dia mengatakan momen Sumpah Pemuda menjadi fondasi dari terbentuknya Indonesia sebagai negara kesatuan.

"(Sumpah Pemuda) Ini pondasi tahun '28, (itu poin ke) satu. Yang kedua, tahun '45, kita jadi satu negara. Sebelumnya belum ada negara, kita hanya mengatakan satu bangsa," katanya.

Dia mengatakan Indonesia menjadi satu-satunya bangsa di dunia yang berhasil menyepakati bahasa bersama sebelum adanya negara.

"Di tempat lain ada negara dulu, baru menyepakati bahasa. Itu artinya kita memiliki sebuah perasaan kebersamaan. Itu berbeda dengan bangsa lain yang bahasanya banyak tapi tidak pernah menyepakati sebuah bahasa persatuan," katanya.

Menurutnya, ada makna penting dari momen Sumpah Pemuda yang disepakati para pemuda dari berbagai daerah sebelum Indonesia merdeka. Setelah itu, Indonesia terus memperjuangkan agar wilayah negaranya diakui dunia internasional.

"Jangan dianggap enteng kesepakatan satu bahasa tahun '28. Tahun '45 jadi satu negara, negara Indonesia, tapi belum satu teritori," ucapnya.

Dia lalu mengungkit soal Deklarasi Djuanda yang dilaksanakan pada Desember 1957. Momen itu membuat wilayah laut Indonesia tidaklah sebatas zona yang diatur dalam Ordonansi Hindia Belanda 1939, yaitu Territoriale Zee├źn en Maritieme Kringen Ordonantie (TZMKO).

Dia lalu berharap setelah ada integrasi ekonomi di Indonesia. Dia berharap tak ada ketimpangan ekonomi lagi.

"Kita harus memiliki kesetaraan harga. Integrasi ekonomi. Bagaimana air yang ada di Jakarta harganya kurang lebih sama dengan air yang ada di pulau di seluruh Indonesia, baik Papua, baik di pulau kecil lainnya. Bagaimana ini bisa setara," tuturnya.

Acara #DemiIndonesia bersama GoTo ini dipersembahkan oleh detikcom dan didukung oleh J99 Corp & PLN.

(jbr/dhn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT