Luhut: Jadi Pemimpin Jangan Kau Asyik Kampanye, Bertumbuk Orang

ADVERTISEMENT

#DemiIndonesia

Luhut: Jadi Pemimpin Jangan Kau Asyik Kampanye, Bertumbuk Orang

Wildan Noviansyah - detikNews
Sabtu, 29 Okt 2022 17:02 WIB
Menko Marves Luhut B Pandjaitan di #DemiIndonesia
Menko Marves Luhut B Pandjaitan (Wildan/detikcom)
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B Pandjaitan bicara menjadi pemimpin dan kampanye. Luhut menyindir pihak yang sibuk kampanye namun menimbulkan keributan di mana-mana.

Hal tersebut disampaikan Luhut saat menjadi pembicara kunci dalam acara pembukaan gerakan #DemiIndonesia yang diinisiasi detikcom. Luhut awalnya bicara visi Indonesia pada 2025 yang menjadi negara dengan pendapatan tinggi.

"Visi Indonesia 2025 menjadi negara pendapatan tertinggi. Mimpi ini bukan kita ngarang. Deputi saya semua hampir di bawah 40 tahun. Semua anak-anak yang pintar tapi punya hati yang baik. Mereka mengerti angka, karena saya senang angka. Saya tidak mau memberikan data salah," kata Luhut di Ciputra Artpreneur, Kuningan, Jakarta Selatan (Jaksel), Sabtu (29/10/2022).

Pada 2030, Indonesia disebut akan mendapat bonus demografi. Luhut menyebut pada tahun tersebut Indonesia akan memiliki GDP senilai Rp 3,5 triliun. "Jadi kalau Anda lihat semua ini, tadi dibilang 2030 bonus demografi. Kita 2030 kita hitung GDP kita akan Rp 3,5 triliun, sekarang Rp 1,3 triliun," ujarnya.

Lebih lanjut, Luhut berbicara terkait kondisi perang Rusia dan Ukraina. Berdasarkan informasi yang didapat, Luhut menyebut perang tersebut belum bisa diprediksi kapan akan selesai.

"Seluruh dunia masih terpaku perang Ukraina-Rusia. Ini dari berbagai sumber terbuka, karena latar belakang saya intel, saya melihat kita tidak tahu kapan selesainya," ujarnya.

Luhut mengatakan kondisi tersebut harus menjadi pertimbangan bagi seluruh warga Indonesia. Dia mengatakan hal tersebut akan berdampak pada kesejahteraan rakyat Indonesia.

"Ini punya dampak luas ke depan. Kita harus siap-siap menghadapi ini. Persiapan yang terbaik adalah kekompakan kita. Kalau kita nanti masih saling tumbuk-tumbukan, kita akan mengalami kesulitan. Kesulitan itu apa yang menjadi korban, rakyat," kata dia.

Luhut lantas bicara soal pemimpin yang sibuk kampanye di sana-sini, namun masyarakat bertengkar. Luhut menilai pertarungan politik justru yang menjadi korban adalah masyarakat.

"Jadi pemimpin ini, saya beri tahu, tahan dirimu. Jangan kau asyik kampanye sana, kampanye sini, bertumbuk orang ini. Korban terhadap pembicaraanmu adalah rakyat Indonesia. Jadi perang ini belum selesai," jelasnya.

Acara #DemiIndonesia bersama GoTo ini dipersembahkan oleh detikcom dan didukung oleh J99 Corp & PLN.

Simak Video: Saat Luhut Cerita RI Tak Bisa Didikte Negara Lain

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/dhn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT