Warga Pangandaran Minta Berita Tsunami Tidak Dibesar-besarkan

Warga Pangandaran Minta Berita Tsunami Tidak Dibesar-besarkan

- detikNews
Selasa, 18 Jul 2006 06:24 WIB
Ciamis - Meski wilayah di sekitar Pantai Pangandaran mengalami kerusakan paling parah akibat gelombang tsunami, warga meminta wartawan untuk tidak memberitakan secara besar-besaran. Kenapa? "Daerah ini banyak dikunjungi wisatawan asing, karena itu kita minta beritanya jangan-jangan dilebih-lebihkan karena parisiwata adalah andalan kami," ujar Diding (45) salah seorang warga kampung Bulak laut, Pangandaran.Permintaan ini disampaikan Diding ketika ditemui detikcom, Selasa (18/7/2007) di Jl Bulak Laut. Bersama 5 rekannya, Diding sedang berjaga-jaga di kampungnya.Beberapa warga memang berinisiatif melakukan penjagaan barang-barang dan rumah-rumah yang ditinggalkan penghuninya untuk mengungsi."Kita jaga disini karena masih banyak barang-barang berharga seperti TV dan motor yang ditinggalkan warga," kata Diding yang sudah mengungsikan anak dan istrinya ke kampung Purbahayu. Dari pemantauan di tempat itu, terlihat Puri Beach Hotel dan restoran-restoran dalam kondisi rusak berat. Di daerah ini listrik masih padam, sementara itu pedagang-pedagang kaki lima yang masih bisa menyelamatkan barang dagangannya menunggui lapak-lapaknya.Di titik pengungsian yang terdekat dari lokasi bencana adalah Masjid Agung Pangandaran. Tampak warga yang kebanyakan ibu-ibu dan anak-anak memenuhi masjid yang terdiri dari dua lantai itu. Mereka hanya berbekal baju di badan dan perlengakapan seadanya. Usai shalat Subuh seorang ustadz memberikan siraman rohani kepada para korban dan mengajak mereka untuk tetap tabah dalam menghadapi cobaan. (bal/)


Berita Terkait