Usai Salat Ashar, Elin Meninggal di Pelukan Ujang
Selasa, 18 Jul 2006 03:34 WIB
Ciamis - Tsunami di Pantai Pangandaran, Ciamis, membawa kisah duka. Sempat menunaikan Salat Ashar, Elin Resmiati meninggal dalam pelukan suaminya Ujang Sudarman.Ujang meninggalkan rumahnya yang juga penginapan, Malibu Cottage, Senin 17 Juli pukul 13.00 WIB. Dia pergi untuk membeli makanan burung dan shampoo. Karena menggunakan motor, Ujang tidak merasakan gempa.Betapa terkejutnya dia, ketika air sudah naik di dekat rumahnya. Dia memacu motor melawan arus air. Ujang menemukan istrinya di dalam rumah yang berjarak 500 meter dari pantai."Elin sepertinya baru Salat Ashar. Masih pakai mukena, mukenanya basah kuyup," ujarnya sambil terisak-isak, kepada detikcom, Selasa (18/7/2006).Elin diduga Ujang tenggelam saat tsunami menerjang rumahnya namun tidak terseret. Melihat Elin masih bernapas, Ujang membopongnya dan berlari menuju Puskesmas Pangandaran.Beruntung, seorang pria yang membawa mobil, membantunya. Namun Puskesmas Pangandaran penuh korban gempa dan kekurangan tenaga medis. Akibatnya, Elin tidak tertolong lagi. Dia menghembuskan nafas terakhir dalam pelukan suaminya.Ujang juga belum menemukan putra bungsunya Ilham Fahrurrazak (4), 3 putranya yang lain selamat karena tengah bersekolah dan kuliah di Yogyakarta. Ujang sangat kehilangan Ilham yang dikenal pintar dan mudah bergaul."Ilham baru mau masuk TK, dia pintar mengaji. Ilham kemana ya?" ujarnya tak kuasa menahan air mata.Ujang juga belum menemukan bibinya Etty (40) dan karyawannya Kusnadi (17). Dia kini menunggu jenazah istrinya di Puskesmas Pangandaran. Tak henti-hentinya dia menangis, orang yang dikasihinya pergi tiba-tiba.
(fay/)











































