50 Unit Mesin Diesel PLN Riau Tidak Berfungsi

50 Unit Mesin Diesel PLN Riau Tidak Berfungsi

- detikNews
Senin, 17 Jul 2006 22:36 WIB
Pekanbaru - 50 Unit mesin diesel di luar jaringan listrik interkoneksitas PLN Wilayah Riau mengalami kerusakan. Untuk memperbaiki mesin tersebut, dibutuhkan biaya yang cukup besar."Kami belum bisa merinci berapa dana yang dibutuhkan untuk memperbaiki 50 unit mesin milik PLN yang mengalami kerusakan. Namun diperkirakan dananya lumayan banyak," kata Deputy Manager Pembangkit, PLN Wilayah Riau, Supratman ketika dihubungi detikcom, Senin (17/7/2006) di Pekanbaru.Menurut Supratman, jumlah mesin diesel milik PLN Riau berjumlah 332 unit. Diketahui yang hanya berfungi 282 unit, sedangkan 50 unit lainnya mengalami kerusakan serius. Dari 50 unit tersebut, 34 unit mesin dalam kondisi perbaikan. 2 Unit lainnya dalam kondisi rusak parah. Sedangkan 5 unit mesin diesel sudah overhaul."Mesin pembangkit tenaga diesel ini menyebar di Pekanbaru, Dumai, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan Tanjung Pinang, Kepri. Dengan banyak mesin pembangkit yang rusak, ini juga salah satu faktor energi listrik kita mengalami penurunan daya," kata Supratman.Selain alat pembangkit milik PLN, sejumlah mesin milik pemda yang dikelola PLN sebanyak sebanyak 42 unit, dan yang bisa dipergunakan hanya 34 unit. Sedangkan selebihnya juga mengalami kerusakan."Mesin-mesin pembangkit listrik yang kita pergunakan ini seluruhnya menggunakan bahan bakar solar. Itu artinya, biaya operasionalnya cukup tinggi. Dana yang dibutuhkan saja 70 persen hanya untuk urusan bahan bakar. Jadi cost yang dikeluarkan sangat membebankan kita," terang Supratman.Selain beban yang cukup tinggi, lanjutnya, PLN sejak tahun 1997 silam sudah membuat kebijakan tidak menambah investasi pengadaan barang. PLN Riau hanya memiliki dana perawatan.Padahal mesin-mesin tersebut, katanya, memiliki putaran yang cukup tinggi. Itu artinya, kemampuan normalnya sebuah mesin baru hanya bertahan 5 tahun pakai. Tapi kenyataannya, mesin milik PLN dan pemda ini rata-rata usianya di atas 15 tahun pemakaian."Karena kita tidak ada kebijakan investasi pengadaan lagi, dengan sendirinya, kita tetap melakukan perawatan terhadap mesin-mesin tua itu. Malah sudah ada mesin kita yang overhaul," katanya. (sss/)


Berita Terkait